Senin, 17 Maret 2014

Setengah Layar


Ini kali ke berapa?

Aku bahkan hampir tak pernah menghitungnya.

Di antara desir ombak dan angin yang saling beradu lalu pecah di lambung kapal, di antara kaki langit yang hanya terlihat seperti titik-titik sembul cahaya pada atmosfer yang gelap, pada suhu malam yang bertengger rapat tak terbaca di derajat keberapa, aku kembali berlayar. Mungkin ada baiknya meninggalkan apa yang aku harapkan beberapa saat, barangkali saja memang aku yang kurang bersabar.

Setelah puluhan hari menunggu jawaban, aku tak dipanggil-panggil. Penolakan bukanlah hal yang menyedihkan. Barangkali Tuhan sudah menuliskan hal yang berbeda jauh dengan keinginanku, angan-anganku, di Lauh Mahfuz. Aku tak boleh bersedih, bukan? 

Yang aku tahu, Tuhan begitu pemurah. ditahanNya beberapa keinginanku untuk sesuatu yang pasti akan digantikan dengan yang lebih baik. Ya, tentu aku harus mempercayainya. Sebab jika tidak, matilah aku!
Sebelum aku mendapat teguran yang jauh lebih keras, seseorang telah mewakafkan sepersekian harinya untuk menasehati perempuan yang cengeng ini. “kau hanya butuh bersabar, anggap saja gajimu itu adalah pahala yang kau tabung. Orang-orang sukses tidak pernah mendapatkan kesuksesan semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses panjang yang telah mereka lalui. Bersabarlah.”

Tak ada hal lain yang mampu membuat seseorang jauh lebih baik selain sebuah nasehat tulus. Penawaran solusi pasti akan semakin melengkapinya.

 Ah, ada apa di sana nanti, Setelah kapal ini berlabuh? Aku pasti akan tersenyum-senyum menyaksikan sesuatu yang telah tergantikan itu. Ya, manusia sepenuhnya lemah. Tak memiliki daya, satu-satunya kekuatan yang mampu membuat manusia tetap tegar, hanyalah kepercayaannya akan kemampuannya juga kemampuan lain yang melingkupinya; Tuhannya.

Sirimau, 10 Maret 2014

Tulisan ini lahir saat warna langit benar-benar menyatu dengan warna lautan. Pekat. Sekiranya bukan nasehat, entah, apa lagi yang bisa menguatkan!
Saya mendedikasikan tulisan ini untuk seseorang, guru yang menuntun saya pelan-pelan.