Segala puja hanya untuk Allah
Orang memanggil saya Emy. Emy Gufarni.
Tak ada arti khusus dari nama itu, selain sebagai penanda saja. Penananda bahwa saya telah dilahirkan dari rahim seorang wanita.
Untuk lebih jauh mengenal saya, anda cukup membutuhkan tempat yang sepi sekaligus sejuk, juga sebuah buku. Apa saja. lalu ceritakan perihal buku itu kepada saya. Pada titik ini, sebenarnya saya akan telah memulai menampakkan sedikit dari diri saya.
Ratusan orang telah salah sangka tentang saya sebenarnya bersuku apa? Jawa yah? Logat telah membuat ratusan orang tertipu.
Yang jelas saya Indonesia. Pribumi asli.
Saya pun bukan orang yang menganut sukuisme, terlalu fanatik bagi saya. Darah saya percampuran antara Bugis dan Bima. Bapak Bugis dan Ibu Bima. Jika merunut dari gen keturunan laki-laki, jelas saya ini perempuan Bugis, tapi jika melihat sisi sosial bahwa saya dilahirkan juga di besarkan di Bima, maka saya adalah orang Bima.
Yah, Tak peduli suku apa. Saya Indonesia.
Saya menyukai buku, tapi lebih sering malas membacanya. Moody orang bilang. Saya tak menyukai kopi tapi menyukai susu juga jus. Menyukai aktifitas berjalan kaki sekaligus suka mendongakkan kepala ke langit. Menyukai pantai, pohon, bunga-bunga juga tidur (Uups!). Saya dikenal sebagai pendengar yang baik, tapi tak cukup mampu menguasai diri saya jika sedang ingin bicara.
Saya adalah perawat. Catatan Calon Ners ini sebenarnya judul buku saya yang tidak terbit-terbit. Terang saja, karena tak selembar pun cerita-cerita di blog ini yang pernah saya kirim ke penerbit. Jadilah cerita itu lapuk di dalam folder saya. Maka untuk menghargai kejadian-kejadian lampau, saya memajangnya di blog ini. Tentu tak semuanya cerita tentang masa-masa dinas sewaktu belajar di Rumah Sakit. Sebagian dari tulisan ini adalah pengalaman orang lain yang saya sarikan, juga tentang diri saya.
Akhirnya, hanya segelintir orang saja yang bisa mengambil pelajaran. Barangkali sisanya hanya memberikan pandangan buruk perihal tulisan-tulisan tersebut. Saya hanya ingin merekomendasikan sebuah hal : pandai-pandailah menafsir kata-kata. Karena bisa saja maksud penulis disalah artikan oleh pembaca. Tak ada yang salah, atau bisa jadi mutlak kesalahan penulis yang gagal memahamkan tulisan kepada pembacanya. Sebab, bukankah tujuan menulis adalah membagi informasi atau mengajak kepada kebaikan? Yah, bisa jadi hanya sekedar nongol di beranda untuk memeriahkan saja.
Semoga apa-apa yang saya tuliskan, tak menyakiti orang lain. Atau jika pun ada yang merasa dirinya telah disinggung oleh tulisan itu, saya hanya ingin bilang : "tak ada gading yang tak retak". Maafkan.
Emy Gufarni
Orang memanggil saya Emy. Emy Gufarni.
Tak ada arti khusus dari nama itu, selain sebagai penanda saja. Penananda bahwa saya telah dilahirkan dari rahim seorang wanita.
Untuk lebih jauh mengenal saya, anda cukup membutuhkan tempat yang sepi sekaligus sejuk, juga sebuah buku. Apa saja. lalu ceritakan perihal buku itu kepada saya. Pada titik ini, sebenarnya saya akan telah memulai menampakkan sedikit dari diri saya.
Ratusan orang telah salah sangka tentang saya sebenarnya bersuku apa? Jawa yah? Logat telah membuat ratusan orang tertipu.
Yang jelas saya Indonesia. Pribumi asli.
Saya pun bukan orang yang menganut sukuisme, terlalu fanatik bagi saya. Darah saya percampuran antara Bugis dan Bima. Bapak Bugis dan Ibu Bima. Jika merunut dari gen keturunan laki-laki, jelas saya ini perempuan Bugis, tapi jika melihat sisi sosial bahwa saya dilahirkan juga di besarkan di Bima, maka saya adalah orang Bima.
Yah, Tak peduli suku apa. Saya Indonesia.
Saya menyukai buku, tapi lebih sering malas membacanya. Moody orang bilang. Saya tak menyukai kopi tapi menyukai susu juga jus. Menyukai aktifitas berjalan kaki sekaligus suka mendongakkan kepala ke langit. Menyukai pantai, pohon, bunga-bunga juga tidur (Uups!). Saya dikenal sebagai pendengar yang baik, tapi tak cukup mampu menguasai diri saya jika sedang ingin bicara.
Saya adalah perawat. Catatan Calon Ners ini sebenarnya judul buku saya yang tidak terbit-terbit. Terang saja, karena tak selembar pun cerita-cerita di blog ini yang pernah saya kirim ke penerbit. Jadilah cerita itu lapuk di dalam folder saya. Maka untuk menghargai kejadian-kejadian lampau, saya memajangnya di blog ini. Tentu tak semuanya cerita tentang masa-masa dinas sewaktu belajar di Rumah Sakit. Sebagian dari tulisan ini adalah pengalaman orang lain yang saya sarikan, juga tentang diri saya.
Akhirnya, hanya segelintir orang saja yang bisa mengambil pelajaran. Barangkali sisanya hanya memberikan pandangan buruk perihal tulisan-tulisan tersebut. Saya hanya ingin merekomendasikan sebuah hal : pandai-pandailah menafsir kata-kata. Karena bisa saja maksud penulis disalah artikan oleh pembaca. Tak ada yang salah, atau bisa jadi mutlak kesalahan penulis yang gagal memahamkan tulisan kepada pembacanya. Sebab, bukankah tujuan menulis adalah membagi informasi atau mengajak kepada kebaikan? Yah, bisa jadi hanya sekedar nongol di beranda untuk memeriahkan saja.
Semoga apa-apa yang saya tuliskan, tak menyakiti orang lain. Atau jika pun ada yang merasa dirinya telah disinggung oleh tulisan itu, saya hanya ingin bilang : "tak ada gading yang tak retak". Maafkan.
Emy Gufarni
Wah, tampilan blog Kak Em cantik nih ^-^
BalasHapus