Kamis, 28 November 2013

Maafkan Aku, Ibu

Maafkan aku Ibu,
Aku tak bisa membawa serta orang yang kujanjikan
Sebenarnya ia telah di jalan,
Tapi sesuatu menghadangnya
Akhirnya ia hilang

Senin, 11 November 2013

Engkau Sedang Berjuang



Saat orang lain tidur, dan engkau bangun melantunkan suara indah dari bait-bait Al-Kahfi
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang mencari ridha dari Tuhanmu

Saat orang lain memaki, dan engkau diam lalu tersenyum
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang mengekang nafsu dan kerugian yang lebih besar lagi

Saat orang lain ingin dipuji atas diri dan kekayaannya, sedang kau memilih sederhana
Ketahuilah, engau sedang berjuang
Berjuang menuju kesahajaan

Saat orang lain masih saja suka menghina rupa dan kekurangan orang lain
Sementara engkau memilih memuji kelebihannya
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang utuk memuji ciptaan Tuhanmu

Saat orang lain membohongi orang tuanya untuk mendapatkan uang
Sementara engkau memilih merasa cukup dengan berapa pun yang mereka berikan dan bekerja membanting tulang menghidupi dirimu
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang menenangkan hati mereka

Saat orang lain menggilai Diva, Inul Vizta, Naf, dan Fam
Sementara engkau memilih alam Tuhanmu untuk tempat bergembira
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang untuk tidak menghabiskan waktu untuk hal yang kurang bermanfaat

Saat orang lain membuka jilbabnya, menyingkap auratnya
Sementara engkau memulai dengan jilbabmu yang kecil dan pendek
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang memuliakan diri dan agamamu

Saat orang lain berlomba memoles dan membuat-buat wajahnya, menjepret diri dengan kamera dan meng-edit-nya, lalu memajangnya di wall-wall social media
Sedang engkau lebih memilih engkau yang sebenarnya di ruang-ruang nyata
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang untuk tidak menipu diri dan orang lain

Saat orang lain berpikir “enaknya makan apa lagi yah?” setelah mereka kenyang
Sementara engkau memilih puasa Senin-kamis
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang menjaga kesehatanmu

Saat orang lain menganggap jalanan, angkot, dan tempat-tempat umum lain adalah tempat sampah
Sementara engkau memilih tas yang engkau jinjing di tanganmu sebagai tempat sampah
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang untuk tidak mendzalimi diri dan lingkunganmu

Saat orang lain menyetrika malam-malam,
Sementara engkau memilih menyetrika di subuh buta atau di siang yang terik
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang menghemat energi bumi untuk anak cucumu

Saat orang lain tak peduli dengan air yang tumpah ruah dari gentong yang penuh,
Sementara engkau memilih bangkit dari  nyamannya dudukmu dan menutup keran air
Ketahuilah, engkau sedang berjuang
Berjuang menghemat air sekaligus menghargai mereka yang berjuang berjalan kaki ke lembah-lembah gunung demi seember kecil air

Sekiranya engkau merasa sakit membaca tulisan ini,
 Ketahuilah bahwa hatimu sedang berjuang
Berjuang untuk menyadarkanmu
Tidak semua orang mampu melakukan apa yang engkau lakukan, seaandainya  orang lain masih menghina dirimu, ingatlah selalu pesan terbaik sepanjang jaman “penghancur segala kenikmatan dunia adalah kematian, berbekallah!”
Semoga dengannya, engkau diingatkan.
Mulailah dengan kebaikan kecil, dari hal-hal yang kecil, dan dari dirimu yang kecil
Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikanmu
Ketahuilah, engkau sebenarnya sedang berjuang,
Berjuang membaikkan diri dan kehidupanmu

_Emy Gufarni_
Makassar, 8 November 2013