Kamis, 28 November 2013

Maafkan Aku, Ibu

Maafkan aku Ibu,
Aku tak bisa membawa serta orang yang kujanjikan
Sebenarnya ia telah di jalan,
Tapi sesuatu menghadangnya
Akhirnya ia hilang

Sesuatu yang tak bisa kupahami
Sampai detik ini aku masih bertanya
Tentang “mengapa?”
Sama halnya ketika aku hanya di kamar saja
Dan tak tahu bahwa matahari telah
Naik ke peraduan

Semoga engkau kian mengerti
Bahwa banyak keinginan kita
Yang tak harus diwujudkan sekarang
Tuhan tahu persis
Di titik mana harus menitip langkah yang tepat pada hamba-Nya

Januari bisa saja menuntunnya pelan
Dan mendudukkannya pada singgasana yang aku dan kau siapkan
Tenanglah Bu,
Selama aku masih bernafas
Aku masih boleh menanak harapan
Seperti jeda yang kau isi dengan nasehat

Di dapur tua kita

Makassar, 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar