Senin, 30 Juni 2014

Bangunlah Puan!


Tak ada alasan jelas mengapa orang-orang, juga aku, masih  saja bersedih atas sebuah kehilangan...
Bukankah kehilangan adalah hal yang biasa?
Bukankah dunia memang demikian?
Bukankah tak ada sesuatu yang abadi?
Bukankah manusia tak memiliki apa-apa?
Apa karena Tuhan menitipkan pada mereka, juga aku, lantas kita menjadi demikian posesif?
Menganggap bahwa apa yang ada di hidup kita mutlak milik kita
Sudahkah kau bangun wahai puan?
Telahkah matamu semenit saja pernah memejam sambil berpikir betapa kita ini bukan apa-pa...?!
Lalu mengapa masih saja menyelimutkan duka-duka di tiap tidur-tidur yang tak lelap?
Bukankah Tuhan adalah sebaik-baik pelindung?
Lalu mengapa harus berusaha mencari pelindung lain?
Sudahkah kau bangun wahai puan?
Barangkali kau masih saja pura-pura tertidur
Atau boleh jadi kau pura-pura lupa tentang dunia bukan dongeng yang sering melambungkan khayalan hingga membuat diri melupa?
Bangunlah puan!
_Emy Gufarni_
Bima, 30 Juni 2014



Jumat, 27 Juni 2014


                                                         .........
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pilihan yang baik bagiku menurut ilmu-Mu, dan aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dengan karuniaMu yang besar, karena engkaulah yang kuasa sedang aku tidak kuasa. Engkaulah yang mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib.
Ya Allah jika memang telah Engkau ketahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku dan akibat dari urusanku, maka takdirkanlah ia untukku dan mudahkanlah ia bagiku, serta berkahilah aku di dalamnya. Tetapi jika Engkau ketahui perkara ini buruk bagiku dalam urusan agamaku, penghidupanku dan akibat dari urusanku, maka hindarkanlah aku darinya. Dan takdirkanlah kebaikan bagiku di mana saja aku berada, lalu jadikanlah hatiku meridhainya.

Senin, 09 Juni 2014

Permen Ajaib




Saya sedang tak nafsu makan. Berhari-hari. Giliran saat ingin tidur, perut ternyata tak bisa diajak kompromi. Makin ribut saja, keroncongan. Apa boleh buat, saya akhirnya harus bangun dalam kondisi mengenaskan. Badan terasa lemas akibat tak ada energi, sekaligus mata meraung-raung meminta untuk segera dikatupkan. Ini adalah hal paling dilema, memilih satu aktifitas dari dua aktifitas penting, tidur atau makan?

Kemalasan ini sudah sering kali, bukan sekali, dua kali, atau tiga kali. Kadang, saya membayangkan, suatu hari kelak ada seorang nutrisionis yang berhasil menciptakan suplemen. Bukan hanya sekedar pelengkap gizi, tapi dia adalah inti dari segala kebutuhan tubuh akan nutrisi. 4 sehat 5 sempurna, ditambah fitokimia, ada semua di dalamnya. Saya ingin suplemen tersebut berbentuk seperti permen karet. Segiempat, bundar, lope-lope, atau bentuk buah, ah...atau bentuk lucu lainnya. Ini akan berperan penting dalam memberikan rangsangan nafsu untuk memakannya. Warnanya didesain seperti warna-warna buah. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, warna pelangi. Pasti mengasyikkan. Oh, yang penting lagi, seperti halnya permen karet, saya ingin suplemen tersebut kenyal seperti permen Yupi, enak dikunyah sekaligus penting untuk melatih otot-otot rahang agar tidak kaku, dan yang tak kalah penting, suplemen tersebut memiliki kemampuan melindungi sel-sel lambung agar tidak mudah teriritasi akibat tak ada makanan yang akan diproses yang menyebabkan lambung akhirnya merusak dirinya sendri. 

Sediaannya bisa diatur seperti obat. Ada yang sediaan seporsi atau sepiring nasi penuh, ada yang dua piring nasi penuh. Sehingga, bagi orang-orang kurus seperti saya akan sangat mudah untuk melakukan diet makanan. Saya cukup mengkonsumsi beberapa butir suplemen untuk memenuhi kebutuhan kalori saya perharinya. Ah, betapa menyenangkannya!

Bagi yang ingin membuat tubuhnya langsing singset, cukup mengkonsumsi setengah dari ukuran normal. Sungguh suplemen ajaib. Jika saya dalam kondisi mengantuk berat sekaligus lupa untuk makan, saya cukup mengunyah suplemen tersebut sambil tiduran di kasur. Duh, betapa nyamannya.

Saat bepergian dan saya lupa untuk sarapan, saya tinggal membawa sebiji atau dua biji suplemen di dalam tas kemudian saya akan mengunyahnya sambil duduk diatas angkot sembari membaca buku. Saat banyak pasien yang harus dirujuk dan waktunya bertepatan dengan makan siang, saya tinggal mengantongi sebiji suplemen tersebut. Lalu saya mengunyahnya sambil mengecek keadaan pasien saya. Sungguh menghemat waktu untuk menghabiskan sepiring nasi sekaligus menghemat tenaga untuk menyendoknya.

Saat saya bersemedi di pantai bersama Pram, saya tak perlu membawa cemilan kecil. Cukup mengantongi sebiji saja, saya sudah kenyang. Wah, luar biasa!

Bukan tidak mungkin bila suplemen tersebut bisa diproduksi. GNT Fiber mampu mengekstrak ½ kg sayuran dalam satu bungkusan sachset. Berarti kedepannya, nasi, ikan, serta sayuran dan buah-buahan juga susu bisa dipadukan kemudian dibentuk menjadi sebiji  permen. Pasti menyenangkan.

Tetapi keanehan justru muncul saat saya mulai berpikir hari berikutnya. sungguh di dunia ini tak ada satu pun makanan yang mengandung seluruh unsur gizi yang dibutuhkan tubuh. Itulah alasannya mengapa kita dianjurkan untuk memakan berbagai jenis makanan. Kehebatan Tuhan terbukti lagi pada apa yang telah diciptakan_Nya, Allah menciptakan begitu banyak jenis makanan agar manusia tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja. 

Ya, barangkali permen ajaib yang hanya ada di dunia fantasi saya sendiri kurang baik untuk keberlangsungan hidup manusia di bumi.

Bima, Dalam keadaan benar-benar lapar namun terus saja menunda-nunda makan.