Saya
sedang tak nafsu makan. Berhari-hari. Giliran saat ingin tidur, perut ternyata
tak bisa diajak kompromi. Makin ribut saja, keroncongan. Apa boleh buat, saya
akhirnya harus bangun dalam kondisi mengenaskan. Badan terasa lemas akibat tak
ada energi, sekaligus mata meraung-raung meminta untuk segera dikatupkan. Ini
adalah hal paling dilema, memilih satu aktifitas dari dua aktifitas penting,
tidur atau makan?
Kemalasan ini sudah sering kali, bukan sekali, dua kali, atau tiga kali. Kadang,
saya membayangkan, suatu hari kelak ada seorang nutrisionis yang berhasil
menciptakan suplemen. Bukan hanya sekedar pelengkap gizi, tapi dia adalah inti
dari segala kebutuhan tubuh akan nutrisi. 4 sehat 5 sempurna, ditambah
fitokimia, ada semua di dalamnya. Saya ingin suplemen tersebut berbentuk
seperti permen karet. Segiempat, bundar, lope-lope, atau bentuk buah, ah...atau
bentuk lucu lainnya. Ini akan berperan penting dalam memberikan rangsangan
nafsu untuk memakannya. Warnanya didesain seperti warna-warna buah. Merah,
jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, warna pelangi. Pasti mengasyikkan. Oh,
yang penting lagi, seperti halnya permen karet, saya ingin suplemen tersebut
kenyal seperti permen Yupi, enak dikunyah sekaligus penting untuk melatih
otot-otot rahang agar tidak kaku, dan yang tak kalah penting, suplemen tersebut
memiliki kemampuan melindungi sel-sel lambung agar tidak mudah teriritasi
akibat tak ada makanan yang akan diproses yang menyebabkan lambung akhirnya
merusak dirinya sendri.
Sediaannya
bisa diatur seperti obat. Ada yang sediaan seporsi atau sepiring nasi penuh,
ada yang dua piring nasi penuh. Sehingga, bagi orang-orang kurus seperti saya akan
sangat mudah untuk melakukan diet makanan. Saya cukup mengkonsumsi beberapa
butir suplemen untuk memenuhi kebutuhan kalori saya perharinya. Ah, betapa
menyenangkannya!
Bagi
yang ingin membuat tubuhnya langsing singset, cukup mengkonsumsi setengah dari
ukuran normal. Sungguh suplemen ajaib. Jika saya dalam kondisi mengantuk berat
sekaligus lupa untuk makan, saya cukup mengunyah suplemen tersebut sambil
tiduran di kasur. Duh, betapa nyamannya.
Saat
bepergian dan saya lupa untuk sarapan, saya tinggal membawa sebiji atau dua
biji suplemen di dalam tas kemudian saya akan mengunyahnya sambil duduk diatas
angkot sembari membaca buku. Saat banyak pasien yang harus dirujuk dan waktunya
bertepatan dengan makan siang, saya tinggal mengantongi sebiji suplemen
tersebut. Lalu saya mengunyahnya sambil mengecek keadaan pasien saya. Sungguh
menghemat waktu untuk menghabiskan sepiring nasi sekaligus menghemat tenaga
untuk menyendoknya.
Saat
saya bersemedi di pantai bersama Pram, saya tak perlu membawa cemilan kecil.
Cukup mengantongi sebiji saja, saya sudah kenyang. Wah, luar biasa!
Bukan
tidak mungkin bila suplemen tersebut bisa diproduksi. GNT Fiber mampu
mengekstrak ½ kg sayuran dalam satu bungkusan sachset. Berarti kedepannya,
nasi, ikan, serta sayuran dan buah-buahan juga susu bisa dipadukan kemudian
dibentuk menjadi sebiji permen. Pasti
menyenangkan.
Tetapi keanehan justru muncul saat saya mulai berpikir hari berikutnya. sungguh di dunia ini tak ada satu pun makanan yang mengandung seluruh unsur gizi yang dibutuhkan tubuh. Itulah alasannya mengapa kita dianjurkan untuk memakan berbagai jenis makanan. Kehebatan Tuhan terbukti lagi pada apa yang telah diciptakan_Nya, Allah menciptakan begitu banyak jenis makanan agar manusia tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja.
Ya, barangkali permen ajaib yang hanya ada di dunia fantasi saya sendiri kurang baik untuk keberlangsungan hidup manusia di bumi.
Bima, Dalam keadaan benar-benar lapar namun terus saja menunda-nunda makan.