Sabtu, 31 Agustus 2013

Surat Untuk Gadis Pengeja

Dear...
Apa kau baik-baik saja???
Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk, perihal masa dinas yang sebenarnya akan tiba di ujung jalan,
Dear...
Apa kau baik-baik saja?
Membaca tulisanmu, tetiba saja aku menatap tripleks berdebu kamar kita, juga suara tawa yang masih bersembunyi manis di kisi kaca jendela
Dear....
Telahkah engkau menjumpai rizkimu di sana?
Aku pun demikian...
Peminatan perawatan luka yang ternyata tidak bisa aku masuki karena quota yang tak terpenuhi, akhirnya aku harus meleburkan diri bersama teman-teman yang meminati perawatan Kegawatdaruratan...
Itu rahasia Tuhan bukan???
Dear.....
Selalu saja Tuhan memberi jawaban dengan cara yang begitu indah atas doa-doa yang kita lantunkan di atas dinginnya ubin
Kau tahu???
Aku bersyukur telah dipilihkan kepada tempat yang ternyata aku bisa belajar banyak hal darinya....
Pasien-pasien yang hampir tak pernah absen tersenyum padaku, atau tentang keluarga pasien yang benar-benar marah, mungkin padaku yang kurang menyempurnakan skala kesabaran...
Dear....
Tentang orang tua kita....
Aku dan kau masih berkaca-kaca
Bukankah kita ingin mereka bahagia????
Dan aku semakin sadar....sesuatu telah terjadi dalam hatiku,
Kecamuk keinginan juga kewajiban sekaligus terngiang-ngiang melingkupi malam demi malam istirahat yang tak sempurna
Apakah aku ini memang egois perihal mimpi yang aku peram dear?
Aku ingin tetap di sini, tapi pasien wanita tua malam itu, menamparku dengan pemandangan yang menohok membuatku harus terpukul dan terjerembab malu
Aku harus pulang dek,
Untuk wanita tua di seberang lautan
Biar Tuhan mengatur rizkiku  di sana,
di tanah kelahiranku...
Dear,
Apa kabarmu???
Seketika mataku mendung, lalu hujan melebat menutupi korneaku
Rindu selalu saja berasa sama....
Sesak dan melumpuhkan Nervus Vagus: aku kadang tak bisa lagi memuntahkan isi perutku yang kotor....
Dear gadis pengeja,
Semoga kau membaca sepucuk rinduku...

_Emy Gufarni_
Makassar, 30 Agustus 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar