Sabtu, 24 Agustus 2013

Tamarina Indica, Si Buah Gunung


Hei…bukankah memberi itu juga adalah kebahagiaan??
Seperti yang aku lakukan kemarin, saat asam-asam gunung itu terbungkus rapi dalam sebuah kresek hitam
Tapi itukan hanya asam….?!
Wah…wah….
Kamu ini tidak tahu yah kawan?
Asam Bima adalah asam kualitas terbaik yang pernah lidahku kecap,
Asam di Makassar juga banyakkan?
Kamu tahu?
Untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat, terkadang orang-orang curang menambahkan zat tambahan pada asam yang akan dikemas. Akibatnya, rasa kecut asli dari buah asam menjadi berkurang. Sedangkan di Bima masyarakatnya masih mempertahankan kualitas asli buah asam, si buah gunung itu. Maka, dengan sangat bangga aku mempersembahkan oleh-oleh khas bima kepada pembimbing lahanku.
Aku mengerti, bahwa kebahagiaan itu adalah sesuatu yang harus diupayakan.
Ia tidak datang sendiri bukan?
Kebahagiaan itu bukan keadaan, tapi perihal perasaan.
Dulu, di kampungku yang dikelilingi pegunungan tandus itu, pohon-pohon asam ibaratnya tanaman pagar, tiap-tiap halaman rumah ditanami pohon ini. Aku selalu bersuka cita tatkala memunguti buah-buah asam yang terjatuh ke tanah. Namun sayang, pohon-pohon besar, gemuk juga angker itu ternyata kembali pada sebutan awalnya “Si buah gunung”. Pohon-pohon asam itu sekarang lebih banyak ditemukan di gunung-gunung tandus, setandus gunung di kampungku.
Kau tahu, ibuku selalu membuatkan jamu ketika “si tamu bulanan” (baca_haid_) mampir ke kamar. Ibuku selalu mewanti-wanti anak gadisnya untuk rajin mengkonsumsi jamu. Asam adalah bahan yang tak boleh ketinggalan. Berbekal sebuah rasa ingin tahu, aku mencari beberapa literatur tentang si buah gunung.
Beberapa artikel yang aku baca memang menjelaskan perihal manfaat asam untuk kesehatan, salah satunya adalah mengurangi nyeri haid.
Entah bagaimana reaksinya hingga si buah gunung ini mampu mengurangi nyeri haid, yang pasti efek itu akan muncul seiring dengan keteraturan mengkonsumsi buah asam yang telah diracik menjadi jamu kunyit asam.
Berikut adalah resep jamu kunyit asam ala Emy :
Bahan:
-          2 rimpang kunyit (gunakan umbi utama atau umbi yang paling besar)
-          Gula jawa (manisnya sesuaikan dengan selera)
-          Asam (biasanya banyaknya asam yang  digunakan juga sesuaikan dengan selera)
Cara membuat :
-          Kupas kunyit, cuci, kemudian parut
-          Rendam asam dengan 2 gelas air (200 cc), kremek-kremek kemudian buang ampasnya
-          Campur parutan kunyit dengan air rendaman asam. Peras dan buang ampasnya
-          Rebuslah air campuran kunyit dan asam tadi. Tambahkan gula jawa. Masak hingga tersisa 1 gelas.
-          Tuangkan jamu yang telah masak ke dalam gelas. Tunggu hingga jamu menjadi hangat. Tambahkan sedikit garam. Cukup sedikit saja untuk mengikat rasa.
-          Jamu siap dinikmati.

Selamat mencoba^^v..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar