Senin, 29 Juli 2013

Aku dan Kalumpang


Engkau kenal dengan Kalumpang, dek?
Itu, tanaman yang berada tepat di depan gerbang POLI TEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG.
Aku suka berdiri di bawah batang pohonnya. Entahlah, aku merasa semacam gembira membekap seluruh badanku jika memandangnya dari bawah.
Kalumpang tanaman yang indah bukan?
            Walaupun seringkali orang menyebutnya dengan pohon Genderuwo lantaran pokok pohonnya yang besar dan tinggi menjulang juga buahnya yang terbilang sangat aneh, namun bagiku Kalumpang tetaplah pohon yang menenangkan.
Wikipedia
Dek, engkau tahu, Kalumpang sendiri bukan tanaman asli Indonesia. Kalumpang adalah tanaman asli Afrika. Penyebarannya bukan hanya di Asia saja, tapi di tempat lain seperti di Australia pun ada.
Menurut kabar, Kalumpang adalah sepupu jauh dari Kapuk randu, engkau pasti tidak asing dengan pohon yang satu ini kan? Kasurku di kamar tempat merebahkan badan juga tempat duduk saat bersauna di  siang bolong itu berisi buah Kapuk randu yang telah dipisahkan dari kulit luarnya. Jadi kapuknya saja yang dipakai untuk menggantikan Ligna yang tak mampu aku beli.
Kalumpang tumbuh di daerah yang agak kering. Sewaktu-waktu daunnya berguguran, dan itu adalah momen yang paling aku suka. Melihatnya hanya berupa pohon dengan ranting-ranting tanpa daun, juga buah-buah besar yang berkumpul pada ranting-rantingnya sangat memesona. Secara keseluruhan, Kalumpang saat momen itu adalah pohon berbuah tanpa daun, engkau pasti takjub melihatnya dek. Daun-daun itu sengaja digugurkan, mungkin prinsipnya persis seperti pohon Jati yang juga menggugurkan daunnya di musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Mereka butuh air untuk bertahan hidup saat hujan tak menyapanya di bumi.

Wikipedia

Seperti tetumbuhan lainnya, Kalumpang juga memiliki banyak manfaat. Konon, dedaunan Kalumpang digunakan sebagai obat demam, mencuci rambut, sebagai tapal untuk meringankan sakit pada kaki dan tangan yang terkilir. Lebih luar biasa lagi, kulit kayunya adalah obat abortivum alias penggugur kandungan.

Wikipedia

Wikipedia

Hei….jangan berpikir yang macam-macam tentang kulit kayu Kalumpang dan menggugurkan kandungan. Engkau tahu bukan, menggugurkan kandungan pada umur janin berapa pun tanpa disertai indikasi medis yang membolehkan pengguguran kandungan adalah pembunuhan. Itu tindakan kriminal, sadis di atas sadis. Jadi jangan coba-coba menyarankan manfaat hebat Kalumpang ini pada orang-orang yang terindikasi ingin melakukan pengguguran.
Dek, Allah ternyata lebih, lebih, lebih, dan lebih luar biasa dari yang otak kita nalarkan. Kalumpang sesungguhnya hanya debu-debu kecil dari seluruh semesta. Bukankah Allah yang menciptakannya dek?
Ah, sungguh hati kita patut berucap syukur
“Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan”?

 _Emy Gufarni_
Makassar, 29 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar