Engkau
kenal dengan Kalumpang, dek?
Itu,
tanaman yang berada tepat di depan gerbang POLI TEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG.
Aku
suka berdiri di bawah batang pohonnya. Entahlah, aku merasa semacam gembira
membekap seluruh badanku jika memandangnya dari bawah.
Kalumpang
tanaman yang indah bukan?
Walaupun
seringkali orang menyebutnya dengan pohon Genderuwo lantaran pokok pohonnya
yang besar dan tinggi menjulang juga buahnya yang terbilang sangat aneh, namun bagiku
Kalumpang tetaplah pohon yang menenangkan.
![]() |
| Wikipedia |
Menurut
kabar, Kalumpang adalah sepupu jauh dari Kapuk randu, engkau pasti tidak asing
dengan pohon yang satu ini kan? Kasurku di kamar tempat merebahkan badan juga
tempat duduk saat bersauna di siang
bolong itu berisi buah Kapuk randu yang telah dipisahkan dari kulit luarnya. Jadi
kapuknya saja yang dipakai untuk menggantikan Ligna yang tak mampu aku beli.
Kalumpang
tumbuh di daerah yang agak kering. Sewaktu-waktu daunnya berguguran, dan itu
adalah momen yang paling aku suka. Melihatnya hanya berupa pohon dengan
ranting-ranting tanpa daun, juga buah-buah besar yang berkumpul pada
ranting-rantingnya sangat memesona. Secara keseluruhan, Kalumpang saat momen
itu adalah pohon berbuah tanpa daun, engkau pasti takjub melihatnya dek. Daun-daun
itu sengaja digugurkan, mungkin prinsipnya persis seperti pohon Jati yang juga
menggugurkan daunnya di musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Mereka butuh
air untuk bertahan hidup saat hujan tak menyapanya di bumi.
![]() |
| Wikipedia |
Seperti
tetumbuhan lainnya, Kalumpang juga memiliki banyak manfaat. Konon, dedaunan
Kalumpang digunakan sebagai obat demam, mencuci rambut, sebagai tapal untuk
meringankan sakit pada kaki dan tangan yang terkilir. Lebih luar biasa lagi,
kulit kayunya adalah obat abortivum
alias penggugur kandungan.
![]() |
| Wikipedia |
![]() |
| Wikipedia |
Hei….jangan
berpikir yang macam-macam tentang kulit kayu Kalumpang dan menggugurkan
kandungan. Engkau tahu bukan, menggugurkan kandungan pada umur janin berapa pun
tanpa disertai indikasi medis yang membolehkan pengguguran kandungan adalah
pembunuhan. Itu tindakan kriminal, sadis di atas sadis. Jadi jangan coba-coba
menyarankan manfaat hebat Kalumpang ini pada orang-orang yang terindikasi ingin
melakukan pengguguran.
Dek,
Allah ternyata lebih, lebih, lebih, dan lebih luar biasa dari yang otak kita
nalarkan. Kalumpang sesungguhnya hanya debu-debu kecil dari seluruh semesta.
Bukankah Allah yang menciptakannya dek?
Ah,
sungguh hati kita patut berucap syukur
“Maka
nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan”?




Tidak ada komentar:
Posting Komentar