Masih tertinggal
senyum di helai-helai kamboja
Sejak kita terdampar
menahan malu, lalu tersudutkan
Kota kita telah
berubah, Tuan...
Meski matahari yang
kau lihat kemarin
adalah matahari yang
sama saat aku lihat dahulu
halaman tempat
tinggal kita hanyalah riak-riak pantai yang semakin menghilang
juga, kau pun
menghilang
kau telah datang,
Tuan?
Kemarilah di
sudut-sudut kota kita
Kau endus saja rindu-rindu
yang kering
Bukankah mencintai
berarti menghadiahkan diri yang utuh?
Mungkin,
Kita masih
membutuhkan musim untuk perlu duduk bersama
Bima, 1 Juli 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar