Selasa, 01 Juli 2014

Senyum yang Tertinggal




Masih tertinggal senyum di helai-helai kamboja
Sejak kita terdampar menahan malu, lalu tersudutkan
Kota kita telah berubah, Tuan...
Meski matahari yang kau lihat kemarin
adalah matahari yang sama saat aku lihat dahulu
halaman tempat tinggal kita hanyalah riak-riak pantai yang semakin menghilang
juga, kau pun menghilang

kau telah datang, Tuan?
Kemarilah di sudut-sudut kota kita
Kau endus saja rindu-rindu yang kering
Bukankah mencintai berarti menghadiahkan diri yang utuh?

Mungkin,
Kita masih membutuhkan musim untuk perlu duduk bersama

Bima, 1 Juli 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar