Saya
terbangun tepat setelah berteriak karena telah “satu tempat tidur” dengan
seekor tikus besar atau Rat. Entah darimana tikus besar itu. Tidak mungkin dia
adalah makhluk jadi-jadian yang dititip masuk dalam kamar saya. Setelah
berteriak_dan malangnya teriakan itu saya rasa seperti sedang bermimpi, tidak
ada yang dengar, padahal anak-anak pondokan yang lainnya masih begadang di luar
kamar_saya mengecek dimana pintu masuk sang tikus ini. Akhirnya setelah
mengelilingi seisi kamar, tahulah saya bahwa di salah satu pojok kamar saya
telah menjadi “pintu masuk utama” bagi sang tikus.