Hadiah untuk saya,
Bukankah saya telah berumur 24 th tepat di tanggal 13 Juni kemarin?
saya mengirimkan tulisan lama saya.
Sebuah refleksi kehidupan, bahwa demikianlah saya...suatu hari, boleh jadi kita bisa mengalaminya.
bacalah saya,
Semoga saya dapati apa yang saya inginkan
Kepada Saya yang Saya
hormati….
Bismillah….
Apa
kabar saya?
Semoga tetap dengan keteguhan seperti mula
saya datang ke tempat ini.
Siang ini saya ke tetangga sebelah, dan
tahukah saya?? Rumah yang saya dan teman saya datangi adalah gubuk reyot
berdebu-debu. Farlak lusuh dan dekil penuh daki. Dinding-dinding hanya seng
kering berkarat diselingi dengan beberapa papan yang juga sudah bolong dimakan
rayap, gubuk ini doyong. Saya masuk beserta teman-teman saya, dan saya dapati
seorang nenek berumur 80-an….
sangat tua bukan?
Giginya hitam satu tepat di gigi seri bagian
ujung, tetangga taring yang telah lama hengkang tak kembali, sedang geligi yang
lain mempunyai nasib yang sama dengan sang geraham dan taring. Rambutnya
tertutupi oleh topi-topi aji khas Makassar, tentu saja uban-uban putih itu tak
kelihatan. Tapi sinar mata itu….masih menampakkan sinar mata seorang wanita
sahaja, polos dengan sifat ketuaannya. Sambil mempersilakan saya dan teman saya
masuk, saya memperhatikan sekeliling rumah.
Ah,,, saya….
Betapa saya merinding dengan rumah yang tak
layak huni ini. Bagaimana mungkin mereka mau sehat jika keadaannya seperti ini?
Piring-piring ditata di rak piring yang tak
indah dipandang lagi. Hanya terdapat dua ruangan, yang hanya dibatasi sekat
dari papan tempat tidur yang sepreinya agak bau. Belum lagi bau tanah yang
memang hanya berkawan farlak tua yang gambar-gambarnya telah hilang entah ke
mana…
Lalu sepintas, sinar mata itu redup, tertutup
beningnya air mata yang mulai muncul memenuhi kelopak matanya, sambil bercerita
bahwa sang nenek punya banyak anak, tapi “dasar mereka tak tahu diri!!!”
isaknya pelan.
Saya tersentak kaget!
Wajah polos itu seperti menyimpan kemarahan
besar pada sang buah hati. Mereka meninggalkan sang nenek, berdua dengan suami
tercinta yang juga sakit-sakitan.
Seindah cinta daun maple!!!
Indah berguguran, memerah saga dipuncak musim
gugur…
Demikanlah saya…gambaran cinta kakek-nenek
ini…saling berkasih sayang dan melindungi, hingga mereka tua, tak enak
dipandang satu sama lain.
Saya…
Seketika saya merindukan dua sosok nun di
seberang sana, yang satu terpisah oleh lautan, dan yang satu terpisah oleh jalanan
berkilo-kilo jauhnya. Saya merindukan mereka, tapi mereka sekarang tak bersama
saya.
***
Saya,,,
Saya
jadi teringat dengan mimpi saya untuk tetap tinggal di bumi Daeng ini, tapi
melihat film kehidupan tersebut, saya mengurungkan niat,
Saya
ingin pulang…
Saya,,,
Saya ingin pulang!!!
Saya ingin berada di rumah saya, kembali
membersihkan tiap ruangan rumah beserta halaman, memasakkan orang tua saya,
memijat lutut mereka yang kelelahan pulang bekerja…
owh….saya, bukankah ini sebuah
keterbalikkan???
Terbalik bukan… saya???!!!
Seharusnya saya yang bekerja, dan mereke
istirahat dI rumah sambil menikmati sisa-sisa hidup yang tinggal beberapa saat
saja.
Saya, semangati saya agar saya tak kelelahan
menyusuri mimpi-mimpi saya
Saya
ingin segera pulang!
Saya, bukankah sekarang umur saya hampir beranjak
tua???
Saya…apakah saya akan seperti mereka???
Sepasang manusia dengan cinta indah
seindah daun maple di puncak musim gugur
Yang memelihara cinta hingga tua
Cinta yang indah
Berderai-derai….
Menjuntai…
Maros, Tanralili-15 Juni 2011
![]() |
celotehank.blogspot.com
|
![]() |
evinuraisya.blogspot.com
|


Tidak ada komentar:
Posting Komentar