Senin, 03 Juni 2013

Tentang Roti Mantao dan Suapan Nasi Terakhir



Aku tidak tahu, romantisme ini sejak kapan kita mulai
Yang aku tahu, kau memberiku banyak arti,
Arti menulis,
Arti mengeja,
Arti membaca,
Mungkin di ujung waktu di suatu hari nanti, ketika aku terbangun,
 takkan ada lagi sapaan kecil, “Kak Em…udah bangun?”
Kau tidak sadar?
Kau membuatku paham tentang pentingnya membuat diri sibuk
Jika esok engkau bertandang di berandaku ini, semoga kau ingat…tentang roti Mantao 
yang telah menjadi dagingku, juga suapan terakhir yang telah mengalir menjadi darahmu
Ingatkah kau ketika engkau menegur sebuah tulisanku yang menurutmu kekanak-kanakkan?
Kelak aku akan menyudahi kekanak-kanakan itu.
Untukmu, adikku…

_Emy Gufarni_
Makassar, 1 Juni 2013
Gambar : resepindonesia.org

1 komentar: