Rabu, 18 September 2013

Jika Bertemu kamu

Jika aku bertemu kamu, aku tak ubahnya seperti Helium.
Aku pun tak tahu mengapa demikian
Jika aku bertemu kamu, aku laiknya mercon di malam lebaran kemarin
Meluncur, terhempas pecah di cakrawala
Aku selalu kebingungan, dan bertanya kepada cermin perihal bayangan yang terpantul dari buram kaca-kaca
Jika aku bertemu kamu, pipiku selalu membujuk,
Merayu padaku agar mereka dikatupkan pada keadaan semula
Pipi-pipiku bilang, mereka pegal menahan perintah saraf ketawa yang ternyata aku adalah bosnya
****
Kita ini selalu begitu…
Saat malam mulai merangkak pelan, engkau menjentikkan jemarimu ke atas mesin penghitung uang
Malam-malam berbelanja di Top Mode menjadi awal sebuah pengetahuan tentang kekanak-kanakan kita
Tapi aku selalu menganggapnya salah satu jenis terapi penghilang lelah
****
Tenanglah,
Orang-orang takkan menertawaimu
Perihal inkubasi mimpi-mimpi…
Kita ingin yang sama bukan???
Tenanglah….
Hanya aku, juga kamu yang tahu!

_Emy Gufarni_
Makassar, September 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar