Jika aku bertemu kamu, aku tak
ubahnya seperti Helium.
Aku pun tak tahu mengapa demikian
Jika aku bertemu kamu, aku laiknya
mercon di malam lebaran kemarin
Meluncur, terhempas pecah di
cakrawala
Aku selalu kebingungan, dan
bertanya kepada cermin perihal bayangan yang terpantul dari buram kaca-kaca
Jika aku bertemu kamu, pipiku
selalu membujuk,
Merayu padaku agar mereka
dikatupkan pada keadaan semula
Pipi-pipiku bilang, mereka pegal
menahan perintah saraf ketawa yang ternyata aku adalah bosnya
****
Saat malam mulai merangkak pelan,
engkau menjentikkan jemarimu ke atas mesin penghitung uang
Malam-malam berbelanja di Top Mode
menjadi awal sebuah pengetahuan tentang kekanak-kanakan kita
Tapi aku selalu menganggapnya salah
satu jenis terapi penghilang lelah
****
Tenanglah,
Orang-orang takkan menertawaimu
Perihal inkubasi mimpi-mimpi…
Kita ingin yang sama bukan???
Tenanglah….
Hanya aku, juga kamu yang tahu!
_Emy Gufarni_
Makassar, September 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar