Menjadi
seorang ibu adalah letak kesempurnaan menjadi wanita. Meski proses menujunya
adalah proses yang melelahkan. Bagi saya, seorang wanita cukup patut dipanggil
dengan sebutan “ibu’ ketika ia telah memiliki anak, walaupun pada kenyataannya
kata “ibu” telah mengalami perluasan makna.
Lazimnya
seorang wanita mengandung anaknya selama 37-42 minggu, silakan mengkonversinya
dalam hitungan bulan. Maka selama rentang panjang itulah, ia membawa janin
dengan bobot normal minimal 2,5 kg pada kehamilan tua, di dalam perutnya.
Mengapa
2,5 kg?
Ya,
karena berat minimal inilah seorang bayi manusia dapat hidup dengan baik saat
ia dilahirkan ke dunia. Seorang bayi yang dilahirkan di bawah berat minimal
yakni 2,5 kg disebut dengan bayi BBLR, bayi berat lahir rendah. Ada beberapa
faktor yang menyebabkan terjadinya BBLR, antara lain faktor nutrisi, infeksi,
bahan toksik, perokok berat, alkoholik, kehamilan ganda, plasenta previa,
kelainan atau disfungsi plasenta, dan lain-lain. BBLR tidak terjadi hanya
dengan satu faktor saja, melainkan gabungan dari beberapa faktor.
Bayi
yang dilahirkan dengan BBLR memiliki banyak risiko. Mereka jauh lebih rentan
terinfeksi sekaligus lebih lemah dibandingkan dengan bayi yang berbobot di atas
2,5 kg. Hans. E. Monintja yang mempelajari angka-angka
kematian perinatal mengatakan bahwa angka kematian bayi dengan BBLR 2x lebih
banyak dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan dengan bobot lebih dari
2,5 kg. Bayi dengan bobot kurang dari 2,5 kg rentan dengan Hipotermia,
yakni suatu keadaan dimana menurunnya suhu tubuh bayi dari keadaan normal, jika
mendapati hal seperti ini, maka salah satu solusi yang saya sarankan jika tak
ada inkubator adalah metode “kantong kangguru”. Metode ini persis seperti seekor
kangguru yang menggendong anaknya di dalam kantongnya sehingga akan memberikan
kemungkinan terjaganya stabilitas suhu tubuh bayi. Kontak langsung kulit dada
juga perut dari ibu kepada bayi akan memindahkan kalor dari tubuh ibu pada bayi.
Saat
usia kehamilan 16 minggu atau sekitar 4 bulan, semua proses pembentukan organ
atau organogenesis telah sempurna. Saat ini janin sudah dapat dibedakan jenis
kelaminnya juga telah sempurna bentuk tubuhnya. Sehingga, nutrisi yang
diperoleh janin bukan lagi digunakan untuk proses pembentukan organ, melainkan
untuk memperbesar dan memperberat bobotnya. Nutrisi janin diperoleh dari ibu lewat
perantara plasenta atau yang lebih dikenal dengan ari-ari.
Sekarang
jelas sudah bahwa 2,5 kg adalah bobot minimal janin pada kehamilan tua yang harus dicapai oleh ibu saat mengandung.
Tentu saja peran ini tidak semata-mata dilakukan oleh ibu saja, suami pun
memiliki peran besar. Keadaan psikis ibu hamil biasanya labil, maka tugas
suamilah yang mengingatkan sang istri untuk tetap menjaga kehamilannya. Happy pregnant!
Bima, Februari 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar