Minggu, 23 Februari 2014

2,5 Kg




Menjadi seorang ibu adalah letak kesempurnaan menjadi wanita. Meski proses menujunya adalah proses yang melelahkan. Bagi saya, seorang wanita cukup patut dipanggil dengan sebutan “ibu’ ketika ia telah memiliki anak, walaupun pada kenyataannya kata “ibu” telah mengalami perluasan makna.
Lazimnya seorang wanita mengandung anaknya selama 37-42 minggu, silakan mengkonversinya dalam hitungan bulan. Maka selama rentang panjang itulah, ia membawa janin dengan bobot normal minimal 2,5 kg pada kehamilan tua, di dalam perutnya. 

Mengapa 2,5 kg?

Ya, karena berat minimal inilah seorang bayi manusia dapat hidup dengan baik saat ia dilahirkan ke dunia. Seorang bayi yang dilahirkan di bawah berat minimal yakni 2,5 kg disebut dengan bayi BBLR, bayi berat lahir rendah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya BBLR, antara lain faktor nutrisi, infeksi, bahan toksik, perokok berat, alkoholik, kehamilan ganda, plasenta previa, kelainan atau disfungsi plasenta, dan lain-lain. BBLR tidak terjadi hanya dengan satu faktor saja, melainkan gabungan dari beberapa faktor.

Bayi yang dilahirkan dengan BBLR memiliki banyak risiko. Mereka jauh lebih rentan terinfeksi sekaligus lebih lemah dibandingkan dengan bayi yang berbobot di atas 2,5 kg. Hans. E. Monintja yang mempelajari angka-angka kematian perinatal mengatakan bahwa angka kematian bayi dengan BBLR 2x lebih banyak dibandingkan dengan bayi yang lahir cukup bulan dengan bobot lebih dari 2,5 kg. Bayi dengan bobot kurang dari 2,5 kg rentan dengan Hipotermia, yakni suatu keadaan dimana menurunnya suhu tubuh bayi dari keadaan normal, jika mendapati hal seperti ini, maka salah satu solusi yang saya sarankan jika tak ada inkubator adalah metode “kantong kangguru”. Metode ini persis seperti seekor kangguru yang menggendong anaknya di dalam kantongnya sehingga akan memberikan kemungkinan terjaganya stabilitas suhu tubuh bayi. Kontak langsung kulit dada juga perut dari ibu kepada bayi akan memindahkan kalor dari tubuh ibu pada bayi.
Saat usia kehamilan 16 minggu atau sekitar 4 bulan, semua proses pembentukan organ atau organogenesis telah sempurna. Saat ini janin sudah dapat dibedakan jenis kelaminnya juga telah sempurna bentuk tubuhnya. Sehingga, nutrisi yang diperoleh janin bukan lagi digunakan untuk proses pembentukan organ, melainkan untuk memperbesar dan memperberat bobotnya. Nutrisi janin diperoleh dari ibu lewat perantara plasenta atau yang lebih dikenal dengan ari-ari.

Sekarang jelas sudah bahwa 2,5 kg adalah bobot minimal janin pada kehamilan tua  yang harus dicapai oleh ibu saat mengandung. Tentu saja peran ini tidak semata-mata dilakukan oleh ibu saja, suami pun memiliki peran besar. Keadaan psikis ibu hamil biasanya labil, maka tugas suamilah yang mengingatkan sang istri untuk tetap menjaga kehamilannya. Happy pregnant!

Bima, Februari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar