Aku menulis lagi
Sejak kau pergi dan
tak menoleh membelakangi matahari yang kau susuri
Mengapa harus
menulis?
Aku rasa arus listrik
dari ujung-ujung jemariku memaksa keyboard
beradu dengan kulit yang tak tipis lagi
Mana kunang-kunang kemarin?
Berikan aku seekor
saja sebagai pelita
Mataku kian hari kian
meredup saja, sayang
Jangan-jangan esok
aku tak mampu melihat keramaian lagi
Maka cukup kata kita
mengisi tengah-tengah kertas
Bima, Awal mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar