Andis,
Andis,
Andis,
Engkau memang manis
Tahanlah perih untuk tidak menangis
Andis,
Andis,
Andis,
Di bawah hujan yang gerimis
Aku masih mengais-ngais
Teka-teki berbau amis
Andis,
Andis,
Andis,
Aku kira cukup romantis
Tapi ternyata sangat pragmatis
Andis,
Andis,
Andis,
Di bumi kita ini banyak yang
mengaku humanis
Tapi mengapa hidup urakan, tragis
Andis,
Andis,
Andis,
Kau lihat ke seberang, nun di bawah
lingkup awan pada bumi yang sferis
Hujan tiba-tiba saja membuat sampah
menggunung, membusuk , tak ada yang peduli, skeptis
Jangan salahkan hujan, tapi mereka
yang suka membuang sampah sembarangan mengotori sisi bumi, lalu mengaku idealis
Andis,
Andis,
Andis,
Aku mulai berpikir, jangan-jangan
kita ini calon-calon mayat yang pesimis
Berwajah tampan lagi manis
Andis,
Andis,
Andis,
Aku akan menyudahi diksi yang
kritis
Izinkan diri merasai noktah noda
realistis
Biar Tuhan menghukum segala dosa
yang apatis
28 Oktober 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar