Senin, 28 Oktober 2013

Dosa yang Apatis

Andis,
Andis,
Andis,
Engkau memang manis
Tahanlah perih untuk tidak menangis
Andis,
Andis,
Andis,
Di bawah hujan yang gerimis
Aku masih mengais-ngais
Teka-teki berbau amis
Andis,
Andis,
Andis,
Aku kira cukup romantis
Tapi ternyata sangat pragmatis
Andis,
Andis,
Andis,
Di bumi kita ini banyak yang mengaku humanis
Tapi mengapa hidup urakan, tragis
Andis,
Andis,
Andis,
Kau lihat ke seberang, nun di bawah lingkup awan pada bumi yang sferis
Hujan tiba-tiba saja membuat sampah menggunung, membusuk , tak ada yang peduli, skeptis
Jangan salahkan hujan, tapi mereka yang suka membuang sampah sembarangan mengotori sisi bumi, lalu mengaku idealis
Andis,
Andis,
Andis,
Aku mulai berpikir, jangan-jangan kita ini calon-calon mayat yang pesimis
Berwajah tampan lagi manis
Andis,
Andis,
Andis,
Aku akan menyudahi diksi yang kritis
Izinkan diri merasai noktah noda realistis
Biar Tuhan menghukum segala dosa yang apatis

28 Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar