Malam
hampir beranjak matang. Aku pikir akan segera usai masa dinas untuk sift sore
hari ini. Tapi ternyata belum. Tepat pukul 19.00 WITA seorang teman seprofesi
mengabarkan bahwa kau sedang tidak baik. Buru-buru aku dan dua orang temanku
bergegas menuju RS. Pendidikan Unhas yang terletak di seberang jalan dan tepat
berhadapan dengan RS Wahidin, tempat aku dinas sore ini.
Kau
berada dalam sebuah ruangan yang dingin, ICU (intensive care unit). Aku dan kamu tahu, ruangan itu hanya untuk
pasien-pasien yang membutuhkan perawatan intensif. Badanmu hanya samar terlihat
dari kaca pintu tebal. Aku resah, seresah menunggu waktu subuh saat dinas malam
berlangsung dan kita tak sedikit pun terpejam lelap. Sekitar 5 orang tenaga
medis dan non medis telah mengepungmu. Di sekelilingmu hanya alat-alat yang
sangat aku kenali, ECG (electro
cardiogram), ambu bag, juga devibrilator yang lebih mirip dengan bentuk
setrika baju yang sering aku pakai.