Kamis, 12 September 2013

Catatan Terakhir Untukmu yang Pergi


 Malam hampir beranjak matang. Aku pikir akan segera usai masa dinas untuk sift sore hari ini. Tapi ternyata belum. Tepat pukul 19.00 WITA seorang teman seprofesi mengabarkan bahwa kau sedang tidak baik. Buru-buru aku dan dua orang temanku bergegas menuju RS. Pendidikan Unhas yang terletak di seberang jalan dan tepat berhadapan dengan RS Wahidin, tempat aku dinas sore ini.
Kau berada dalam sebuah ruangan yang dingin, ICU (intensive care unit). Aku dan kamu tahu, ruangan itu hanya untuk pasien-pasien yang membutuhkan perawatan intensif. Badanmu hanya samar terlihat dari kaca pintu tebal. Aku resah, seresah menunggu waktu subuh saat dinas malam berlangsung dan kita tak sedikit pun terpejam lelap. Sekitar 5 orang tenaga medis dan non medis telah mengepungmu. Di sekelilingmu hanya alat-alat yang sangat aku kenali, ECG (electro cardiogram), ambu bag, juga devibrilator yang lebih mirip dengan bentuk setrika baju yang sering aku pakai.

Sabtu, 07 September 2013

Jangan Ingatkan Aku Tentang Kapal, Angin...


Jangan ingatkan aku tentang kapal, angin.
Karena aku tahu, jauh sebelum aku menjumpai bayang-bayang gelap tepat di bibir darmaga, aku telah takluk.
Bau kapal yang sebenarnya tidak pernah mampu diwakilkan oleh satu bau; tengik, apek, busuk, atau jenis bau-bauan yang lain. Bau kapal yang terekam dalam otakku sesungguhnya kolaborasi dari aneka jenis bau-bauan, mulai dari bau mesin kapal, bau keringat ABK (anak buah kapal)  sekaligus bau penumpang yang tidak mandi, bau amonia, bau rambut yang tidak pernah dikeramas berhari-hari, bau baju-baju baru yang dilelang dekat pantri, bau masakan ikan yang tidak ada bumbunya, bau pemabuk, bau penjudi, bau wanita-wanita centil, bau lelaki hidung belang, bau muntahan tanpa ampas makanan alias hanya cairan perut alias asam lambung, bau kaos kaki basah ketika keluar dari kamar mandi karena kamar mandi yang tergenangi oleh aliran air yang tidak lolos masuk ke pembuangan, bau garam dari lautan, juga tak lupa bau dirimu, angin.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Surat Untuk Gadis Pengeja

Dear...
Apa kau baik-baik saja???
Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk, perihal masa dinas yang sebenarnya akan tiba di ujung jalan,
Dear...
Apa kau baik-baik saja?
Membaca tulisanmu, tetiba saja aku menatap tripleks berdebu kamar kita, juga suara tawa yang masih bersembunyi manis di kisi kaca jendela

Sabtu, 24 Agustus 2013

Tamarina Indica, Si Buah Gunung


Hei…bukankah memberi itu juga adalah kebahagiaan??
Seperti yang aku lakukan kemarin, saat asam-asam gunung itu terbungkus rapi dalam sebuah kresek hitam
Tapi itukan hanya asam….?!
Wah…wah….
Kamu ini tidak tahu yah kawan?
Asam Bima adalah asam kualitas terbaik yang pernah lidahku kecap,