Setiap
penulis memiliki gaya masing-masing dalam menulis. Persis seperti penembang
yang sedang melantunkan sebuah tembang dengan warna suara yang berbeda. Untuk
cukup tahu siapa yang sedang menembang, engkau tak perlu mendongakkan wajahmu ke atas wajahnya, kau cukup menyiapkan kedua daun telinga yang cukup
peka sekaligus mampu membedakan warna
suara si penembang.
Saya selalu saja menggunakan kacamata ray-ben satiap
kali menyaksikan aksi demonstrasi di jalanan. Tentu saja yang bisa saya
saksikan dari aksi demo hanyalah sisi hitamnya saja (negatif): kemacetan,
anarkisme, sok jadi pahlawan, merusak fasilitas umum, dll. Saya sama sekali
tidak pernah melihat sisi lain dari demonstrasi. Saya tidak pernah mengerti
mengapa orang-orang harus berdemo saat
menyampaikan keinginan mereka pada pemerintah. Bagi saya, demonstrasi
adalah bentuk kegagalan para petinggi sebuah organisasi atau kampus untuk
mendidik dengan benar para anggota organisasi atau anak didiknya.
“Demonstrasi tidak menghasilkan apa-apa” saya
selalu mengeluh demikian saat harus terjebak macet akibat aksi demo teman-teman
mahasiswa.