Sabtu, 14 Desember 2013

Sajak-sajak Hujan I



Surat Hujan

pada suratku yang tintanya telah luntur oleh hujan
ada hatiku yang kian mengering

Makassar, Desember 2013



Doa Hujan

doa apa yang kau semat di barisan hujan?
berdoalah meski dengan doa yang paling kering

bukankah doa adalah dinamit pada setiap diri manusia?
maka, ia mampu meledak kapan saja, dimana  saja,
dengan  alasan apa saja…

Makassar, 2013




Mengukur Hujan
(Kepada Em)

engkau masih saja mengukur hujan:
bahkan tempat yang paling dekat pun terasa sangat jauh
itulah makna hujan bagi orang yang sering mengukur masalah
aku kira, engkau tidak akan menganggapnya masalah, bukan?

Makassar, 2013



Rintih-rintih Hujan

hujan…
masih merintih saja
apa mungkin ia tahu, bahwa awan
selalu lebih dulu singgah di mataku.
atau mungkin, begitulah caranya merayakan rindu untuk bumi

Makassar, 8 Desember 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar