Surat Hujan
pada suratku yang tintanya telah luntur oleh hujan
ada hatiku yang kian mengering
Makassar, Desember 2013
doa apa yang kau semat di barisan hujan?
berdoalah meski dengan doa yang paling kering
bukankah doa adalah dinamit pada setiap diri manusia?
maka, ia mampu meledak kapan saja, dimana saja,
dengan alasan apa
saja…
Makassar, 2013
Mengukur Hujan
(Kepada Em)
engkau masih saja mengukur hujan:
bahkan tempat yang paling dekat pun terasa sangat jauh
itulah makna hujan bagi orang yang sering mengukur masalah
aku kira, engkau tidak akan menganggapnya masalah, bukan?
Makassar, 2013
Rintih-rintih Hujan
hujan…
masih merintih saja
apa mungkin ia tahu, bahwa awan
selalu lebih dulu singgah di mataku.
atau mungkin, begitulah caranya merayakan rindu untuk bumi
Makassar, 8 Desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar