Adalah
senar gitar yang alunannya menebalkan sisi otakmu.
Itukah yang kau ingat
dariku, kawan?
Entah, apalagi yang bisa membuatmu ingat akan diri yang
nista.
Ah...mulia sekali hatimu, perempuan, yang menghabiskan sebagian waktu muda untuk mencerdaskan bangsa.
Aku tahu, itu adalah caramu merawat Indonesia.
Teriring doa setangkup
tangan.
Semoga Allah membersamai perempuan semulia dirimu.
Doakan aku, semoga selamanya aku berada pada jalan Tuhan, jalan kebenaran
Makassar, 25 Desember 2013
Tulisan ini, untuk dua sahabat saya yang telah memilih mengabdikan diri menjadi seorang guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar