Selasa, 24 Desember 2013

Untukmu, Guru



 Ah, aku masih saja menggoda sesuatu dalam otakku. Sesuatu yang harus aku kantongi dalam sebuah amplop, sesuatu yang tidak pernah hilang, sesuatu yang dengannya aku pernah melambung dan melayang jauh dari pijakan di bumi. Sesuatu itu, adalah kau yang masih saja membuat aku bangga pernah menjadi sahabatmu.
Apa kabarmu, guru? Senyummu ternyata masih saja seperti pertama kali kita bertemu. Saat matahari meninggi dan membuatku silau. Saat itu, kau menghalangiku dari panas yang mulai menampar pipiku. Siang ternyata masih saja menjadi latar dalam setiap abdimu. Engkaukah, disana? yang menghembususapkan semangat pada ubun-ubunku. Kulihat, keberanian telah membawamu jauh, jauh lebih indah dari sosok peri-peri yang selalu kita tonton semasa kanak dahulu.

Makassar, 24 Desember 2013

Tulisan ini, saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya yang memilih mengabdikan seluruh potensi diri untuk mencerdaskan bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar