Ah, aku masih saja
menggoda sesuatu dalam otakku. Sesuatu yang harus aku kantongi dalam sebuah
amplop, sesuatu yang tidak pernah hilang, sesuatu yang dengannya aku pernah
melambung dan melayang jauh dari pijakan di bumi. Sesuatu itu, adalah kau yang
masih saja membuat aku bangga pernah menjadi sahabatmu.
Apa
kabarmu, guru?
Senyummu
ternyata masih saja seperti pertama kali kita bertemu. Saat matahari meninggi
dan membuatku silau. Saat itu, kau menghalangiku dari panas yang mulai menampar
pipiku. Siang ternyata masih saja menjadi latar dalam setiap abdimu.
Engkaukah,
disana?
yang
menghembususapkan semangat pada ubun-ubunku.
Kulihat,
keberanian telah membawamu jauh, jauh lebih indah dari sosok peri-peri yang
selalu kita tonton semasa kanak dahulu.
Makassar, 24 Desember 2013
Tulisan ini, saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya yang memilih mengabdikan seluruh potensi diri untuk mencerdaskan bangsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar