Jika Anda menyukai seseorang, lantas dengan
beberapa pertimbangan Anda menganggap bahwa Ia cukup layak menjadi ibu dari
anak-anak Anda, datangi orang tuanya, segera. Sampaikan maksud baik Anda,
sampaikan padanya. Sebab menunggu, berarti memberi kesempatan kepada orang lain
untup menikung lebih dulu jalan yang sedang Anda tempuh.
Bergegaslah memperbaiki diri Anda sebelum
Anda ingin menuntun perjalanan ibu dari anak-anak Anda. Watak pemimpin telah
tumbuh subur pada diri tiap-tiap laki-laki yang telah dilahirkan ke dunia.
Dengan watak tersebut kerap kali laki-laki memiliki keinginan untuk menjadi
penuntun bagi istrinya kelak. Lalu, dengan alasan demikian, sudah cukup
layakkah Anda menjadi seorang penuntun? Setidaknya, Anda cukup lebih bijaksana.
Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi kapan
kita bisa meraihnya jika kita tak mengambilnya dari tangan Tuhan? Menunggu
Tuhan memberikannya kepada kita?
Tuhan tak akan pernah mengubah nasib suatu
kaum sebelum kaum tersebut merubahnya sendiri. Kalimat tersebut terpatri dalam
kitab suci abadi. Setidaknya, ini adalah alasan saya untuk melegitimasi
tindakan “siapa cepat dia dapat”. Tapi tentu saja, tindakan tersebut harus
dibarengi dengan kesiapan moril dan materil. Apa pun alasan kita, menikah tak
cukup hanya cinta.
Bima, Oktober 2014