Selasa, 28 Oktober 2014

Tak Cukup Hanya Cinta



Jika Anda menyukai seseorang, lantas dengan beberapa pertimbangan Anda menganggap bahwa Ia cukup layak menjadi ibu dari anak-anak Anda, datangi orang tuanya, segera. Sampaikan maksud baik Anda, sampaikan padanya. Sebab menunggu, berarti memberi kesempatan kepada orang lain untup menikung lebih dulu jalan yang sedang Anda tempuh.

Bergegaslah memperbaiki diri Anda sebelum Anda ingin menuntun perjalanan ibu dari anak-anak Anda. Watak pemimpin telah tumbuh subur pada diri tiap-tiap laki-laki yang telah dilahirkan ke dunia. Dengan watak tersebut kerap kali laki-laki memiliki keinginan untuk menjadi penuntun bagi istrinya kelak. Lalu, dengan alasan demikian, sudah cukup layakkah Anda menjadi seorang penuntun? Setidaknya, Anda cukup lebih bijaksana.

Jodoh memang di tangan Tuhan, tapi kapan kita bisa meraihnya jika kita tak mengambilnya dari tangan Tuhan? Menunggu Tuhan memberikannya kepada kita?

Tuhan tak akan pernah mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut merubahnya sendiri. Kalimat tersebut terpatri dalam kitab suci abadi. Setidaknya, ini adalah alasan saya untuk melegitimasi tindakan “siapa cepat dia dapat”. Tapi tentu saja, tindakan tersebut harus dibarengi dengan kesiapan moril dan materil. Apa pun alasan kita, menikah tak cukup hanya cinta.

Bima, Oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar