Ah, kalian teman-temanku. Ada begitu banyak hari yang telah aku hitung.
Tapi aku lupa ternyata aku pelupa yang paling akut. Sudah berapa lama kita tak bertemu?
Adalah mobil
pick up tua yang telah banyak keriput
di bodynya. Hari itu, kami mengadakan
kerja bakti bersama warga desa tetangga jauh.
Sepulang dari kerja bakti, kami singgah berrsilaturrahim
ke posko teman yang lain. Layaknya tamu istimewa, kami disuguhi dengan
makanan, gorengan ala mahasiswa. Setelah puas makan gorengan yang kriuknya
hampir membuat gigi tanggal, kami pulang.
Di perjalanan, bebatuan di sisi kanan dan kiri jalan beterbangan akibat pikc up yang terhentak-hentak begitu keras membentur tanah.
Tiba-tiba keanehan terjadi. Mobil yang telah sepuh itu berhenti, padahal mesin
tak dimatikan. Berulang kali si supir, teman saya si cantik Rara kembali
membujuk sang sepuh. Tapi dia mungkin
terlanjur lelah, dia mogok sebelum sukses mengantar kami menuju posko.
Kami
membersamai Jumat yang indah, cerah. Tempat kami mogok itu sebenarnya lebih
tepat di sebut hutan. Tak ada satupun rumah warga. Yang ada hanya pohon-pohon Jati putih yang hening saat terik mulai turun
menyentuh tanah. Kami saling berpangku tangan. Sang sepuh ternyata kehabisan
bekalnya, bensin. Jadi bagaimana? Signal
tak dapat dimasukkan ke dalam kantong. Kami terus saja memburunya, sang signal nakal sekali. Kadang ia datang
satu-satu, lalu hilang lagi. Tak seorang pun yang bisa dihubungi. Bagaimana
ini? Kami mulai bangkit dan turun dari sang sepuh.
Seketika kami dihadang pikiran-pikiran buruk. Memori jangka panjang dari
masing-masing kepala mulai bangkit. Sembari menceritakan bahwa hutan adalah
tempat para lelembut, kami masih saja mencoba tetap kompak. Ide pertama muncul,
berselfie ria. Maka mulailah kami
mengambil posisi.
Berbekal kamera digital sang Dewi, kami pun bersepakat untuk mengabadikan
momen langka ini.
“cheers” jepretttt!!
Dan hasilnya, sungguh diluar jangkauan akal sehat. Bermacam-macam pose kami
abadikan. Mulai dari pose paling manis sampai pose paling jenaka.
**
Masih ingatkah kau tentang perjalanan kita
ini?
Saat pick up tiba-tiba saja mogok
Dan kita yang kehabisan akal untuk bisa
kembali pulang ke rumah
Serta merta akal bulus untuk berselfie ria
mendadak muncul
Pada akhirnya, perpisahan bukanlah akhir,
bukan?
Kita malah menyimpan memori di kepala
masing-masing
Lalu suatu ketika kita memanggil
memori-memori bermain bersama-sama
Di pelupuk mata
Ya, kita sungguh tak pernah tahu betapa
berartinya orang-orang di sekeliling kita
Sebelum perpisahan membekap jarak
Lalu kita terperangkap di dalamnya
memoar 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar