Selasa, 14 Oktober 2014

Masih Ingatkah Engkau?

Ah, kalian teman-temanku. Ada begitu banyak hari yang telah aku hitung. Tapi aku lupa ternyata aku pelupa yang paling akut. Sudah berapa lama kita tak bertemu?

Adalah mobil pick up tua yang telah banyak keriput di bodynya. Hari itu, kami mengadakan kerja bakti bersama warga desa tetangga jauh. Sepulang dari kerja bakti, kami singgah berrsilaturrahim ke posko teman yang lain. Layaknya tamu istimewa, kami disuguhi dengan makanan, gorengan ala mahasiswa. Setelah puas makan gorengan yang kriuknya hampir membuat gigi tanggal, kami pulang.

Di perjalanan, bebatuan di sisi kanan dan kiri jalan beterbangan akibat pikc up yang terhentak-hentak begitu keras membentur tanah. Tiba-tiba keanehan terjadi. Mobil yang telah sepuh itu berhenti, padahal mesin tak dimatikan. Berulang kali si supir, teman saya si cantik Rara kembali membujuk sang sepuh. Tapi dia mungkin terlanjur lelah, dia mogok sebelum sukses mengantar kami menuju posko.

Kami membersamai Jumat yang indah, cerah. Tempat kami mogok itu sebenarnya lebih tepat di sebut hutan. Tak ada satupun rumah warga. Yang ada hanya pohon-pohon Jati putih yang hening saat terik mulai turun menyentuh tanah. Kami saling berpangku tangan. Sang sepuh ternyata kehabisan bekalnya, bensin. Jadi bagaimana? Signal tak dapat dimasukkan ke dalam kantong. Kami terus saja memburunya, sang signal nakal sekali. Kadang ia datang satu-satu, lalu hilang lagi. Tak seorang pun yang bisa dihubungi. Bagaimana ini? Kami mulai bangkit dan turun dari sang sepuh.

Seketika kami dihadang pikiran-pikiran buruk. Memori jangka panjang dari masing-masing kepala mulai bangkit. Sembari menceritakan bahwa hutan adalah tempat para lelembut, kami masih saja mencoba tetap kompak. Ide pertama muncul, berselfie ria. Maka mulailah kami mengambil posisi.

Berbekal kamera digital sang Dewi, kami pun bersepakat untuk mengabadikan momen langka ini.
“cheers” jepretttt!!
Dan hasilnya, sungguh diluar jangkauan akal sehat. Bermacam-macam pose kami abadikan. Mulai dari pose paling manis sampai pose paling jenaka.
**

Masih ingatkah kau tentang perjalanan kita ini?
Saat pick up tiba-tiba saja mogok
Dan kita yang kehabisan akal untuk bisa kembali pulang ke rumah
Serta merta akal bulus untuk berselfie ria mendadak muncul
Pada akhirnya, perpisahan bukanlah akhir, bukan?
Kita malah menyimpan memori di kepala masing-masing
Lalu suatu ketika kita memanggil memori-memori bermain bersama-sama
Di pelupuk mata
Ya, kita sungguh tak pernah tahu betapa berartinya orang-orang di sekeliling kita
Sebelum perpisahan membekap jarak
Lalu kita terperangkap di dalamnya

memoar 2011



Tidak ada komentar:

Posting Komentar