Sabtu, 19 April 2014

1 Best Choiche (?)




Psikotes tampaknya sedang naik daun. Setidaknya di pohon yang sedang saya tanam dalam diri saya. Bulan Maret kemarin saya memperoleh sebuh buku berjudul “1 Best Choice Psikotes” dari kakak pertama saya setelah saya menitip beberapa lembar uang berwarna biru yang saya tabung. Tentu saja buku ini sangat membuat saya bergairah untuk membacanya. Penjelasan berikutnya dari judul tersebut menambah grade passionate saya  untuk segera melahap buku tersebut. 

 Buku tulisan Hardisoenanto, penulis best seller modul psikotes terlengkap dan membedah psikotes gambar, merupakan buku kedua yang saya peroleh dari orang yang sama. Isinya kurang lebih tentang soal-soal psikotes. Tentu saja 1 best choice ini jauh lebih unggul dari buku pertama saya yang hanya membedah soal. Selain bedah soal-soal psokotes, buku ini dilengkapi dengan 230 rahasia psikotes yang wajib kita ketahui. Luar biasa!

Sehari setelah memperoleh 1 best choice, saya langsung melahap habis tes kemampuan verbal. Tes ini paling saya gemari karena tes ini adalah salah satu tes untuk mengukur kemampuan verbal saya. Berturut-turut jenis soal yang ditampilkan adalah soal persamaan kata atau Sinonim, soal lawan kata atau Antonim, dan soal padanan kata atau Analogi. Ketiga jenis soal ini mengukur wawasan saya akan bahasa. Sebagian besar kata-kata yang ditampilkan adalah kata-kata serapan, walaupun begitu saya harus tetap belajar untuk bisa memahaminya. Soal-soal jenis lain saya tinggalkan. Alasannya, saya masih butuh banyak membaca. Tentu saja alasan ini irrasional, mengingat psikotes ini adalah tes kejiwaan. Bukankah sembari mengerjakan soal, saya juga bisa belajar dari soal tersebut? Ini adalah alasan yang muncul karena saya sedang malas. Kurang termotivasi untuk belajar.

Lepas mengerjakan soal-soal kemampuan verbal, saya beralih ke buku pertama saya.  Buku yang membahas soal-soal Tes CPNS yang juga memuat psikotes. Seseorang meluangkan waktu sepersekian harinya hanya untuk memberi saya motivasi untuk belajar. Yah, setidaknya atas alasan yang cukup mampu didefinisikan, saya akhirnya mengurangi beberapa jam waktu bercanda untuk belajar.

Sebulan berikutnya, saya kembali membuka buku 1 best choice. Tepatnya April ini, pagi hari setelah saya berleha-leha usai menunaikan sholat subuh. Masih dengan soal yang sama, saya kembali membuka soal-soal kemampuan verbal. Saya mengerjakannya di kertas lain. Usai mengerjakan soal, saya lalu membandingkan jawaban saya dengan kunci jawaban dari buku tersebut.

Halaman 48 soal Sinonim nomor 22. Bunyi soal tersebut adalah “Anemia”. Pilihan jawaban dari soal tersebut adalah darah rendah, kelebihan darah, kurang darah, sulit tidur, dan mati rasa. Saya memilih jawaban kurang darah sebagai sinonim dari Anemia. Saya melirik kunci jawaban tanpa melihat penjelasan jawaban tersebut. Kunci jawabannya adalah D, sulit tidur. Saya masih kurang fokus dengan kesalahan tersebut. Saya melanjutkan ke soal nomor lain.

Halaman 49, soal nomor 30, soal ini meminta sinonim dari kata konversi. Jawabanya berturut-turut adalah persamaan, pembagian, penukaran, pemberian, dan penggabungan. Saya kembali melirik kunci jawaban. Jawaban yang tertera adalah D, pemberian. Saya kembali bingung dengan jawaban saya yang memilih penukaran sebagai sinonim dari kata konversi. Saya kembali melewatkan soal tersebut dan melhat jawaban soal-soal berikutnya. 

Halaman 51, soal sinonim nomor 46. Sinonim dari kata Oktagon. Berturut-turut jawabannya adalah segi tiga, segi empat, segi lima, segi enam,segi delapan. Saya memilih segi delapan sebagai sinonim dari oktagon. Kunci jawaban yang tertera adalah D, segi enam.

Jika diperhatikan dengan saksama, kekeliruan yang terjadi pada kunci jawaban tersebut berpola sama.  Soal-soal tersebut terletak tepat pada pojok kanan bawah dari halaman buku yang diselingi oleh satu halaman soal lainnya. Barangkali kesalahan cetak, sebab tiga soal ini persis di pojok kanan bawah, yah....bukan sesuatu yang kebetulan menurut saya.

Untuk memastikan kunci jawaban tersebut, saya kembali membaca ulang kunci jawaban. Kali ini beserta penjelsannya. Dan, ternyata simbol alfabet yang menandai kunci jawaban tersebut berbeda dengan penjelasan jawabannya. Jadi simbol alfabetnya beda, tetapi merujuk ke jawaban lain.

22. Anemia =                                   30. Konversi =                                              46. Oktagon =
A. Darah rendah                             A. Persamaan                                               A. Segi tiga
B. kelebihan darah                         B.  Pembagian                                              B. Segi empat
C. Kurang darah                             C. Penukaran                                                C. Segi lima
D. Sulit tidur                                     D. Pemberian                                                D. Segi enam
E. Mati rasa                                     E. Penggabungan                                         E. Segi delapan

Kunci jawaban pada buku :
22. D (kurang darah)
30. D (penukaran)
46. D (segi delapan)

Awalnya saya sempat gregetan, sebab saya menggantungkan kunci jawaban sepenuhnya hanya pada buku. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin harusnya tak selalu mempercayai jawaban yang tertera pada buku. Ini akan memberikan kesempatan kepada saya untuk mencari sumber jawaban lain. Semoga hal ini tidak menghabiskan waktu juga kesempatan saya untuk belajar. Positive Thinking saja.

Bima, 19 April 2014


Tidak ada komentar:

Posting Komentar