Rabu, 23 April 2014

Hei!





Hei, bersyukurlah saat mata menangis
Karena di luar sana ada mereka yang harus menetesi mata mereka dengan air buatan untuk bisa menangis

Hei, bersyukurlah disaat-saat genting tiba-tiba saja ingin ke toilet
Karena di luar sana ada mereka yang tak mampu melakukannya secara alamiah

Hei, bersyukurlah saat wajah dihiasi jerawat kecil-kecil
Karena di luar sana ada mereka yang tak kalah hancur mukanya

Hei, bersyukurlah karena hidungmu pesek
Karena di luar sana ada mereka yang hidungnya bengkok akibat silikon

Hei, bersyukurlah saat engkau sakit namun tetap memilih bertahan untuk sembuh
Karena di luar sana ada mereka yang badannya baik-baik saja, tapi jiwanya sakit

Hei, bersyukurlah saat jiwamu masih bisa sakit
Karena di luar sana ada mereka yang sudah tak bisa apa-apa lagi di bawah liang lahat

Coba lihat, coba perhatikan, coba dengar, coba rasakan,
ternyata tak ada satupun yang tak boleh disyukuri

Bukankah rasa syukur itu justru datang setelah membandingkan keadaan kita dengan mereka yang keadaannya jauh di bawah kita, kurang dari kita. 
 sekali-kali jatuhkan pandangan ke bawah untuk menengok keadaan orang lain

Berhentilah mencela orang lain, apa dan bagaimanapun keadaannya.

Berhentilah mencela komposisi wajah orang lain
Coba berdirilah di depan cermin, lalu lihatlah bayangan yang terpantul darinya. Bertanyalah sehebat apa kamu hingga berani mencela orang lain?

Berhentilah mencela kejelekan orang lain, karena tak ada yang bisa menjamin kita akan tetap baik, lalu esok lusa kita lengah dan berbuat yang sama dengan orang yang pernah kita cela

coba lihat, coba rasakan, ternyata tak ada alasan untuk saling mencela 

bagaimana jika kita saling melengkapi saja?

_Self Healing_

Bima, 23 April 2014



Tidak ada komentar:

Posting Komentar