Hei, bersyukurlah saat mata menangis
Karena di luar sana ada mereka yang harus menetesi
mata mereka dengan air buatan untuk bisa menangis
Hei, bersyukurlah disaat-saat genting tiba-tiba saja
ingin ke toilet
Karena di luar sana ada mereka yang tak mampu
melakukannya secara alamiah
Hei, bersyukurlah saat wajah dihiasi jerawat
kecil-kecil
Karena di luar sana ada mereka yang tak kalah hancur
mukanya
Hei, bersyukurlah karena hidungmu pesek
Karena di luar sana ada mereka yang hidungnya bengkok
akibat silikon
Hei, bersyukurlah saat engkau sakit namun tetap
memilih bertahan untuk sembuh
Karena di luar sana ada mereka yang badannya baik-baik
saja, tapi jiwanya sakit
Hei, bersyukurlah saat jiwamu masih bisa sakit
Karena di luar sana ada mereka yang sudah tak bisa
apa-apa lagi di bawah liang lahat
Coba lihat, coba perhatikan, coba dengar, coba
rasakan,
ternyata tak ada satupun yang tak boleh disyukuri
Bukankah rasa syukur itu justru datang setelah
membandingkan keadaan kita dengan mereka yang keadaannya jauh di bawah kita,
kurang dari kita.
sekali-kali jatuhkan pandangan ke bawah untuk
menengok keadaan orang lain
Berhentilah mencela orang lain, apa dan bagaimanapun
keadaannya.
Berhentilah mencela komposisi wajah orang lain
Coba berdirilah di depan cermin, lalu lihatlah
bayangan yang terpantul darinya. Bertanyalah sehebat apa kamu hingga berani
mencela orang lain?
Berhentilah mencela kejelekan orang lain, karena tak
ada yang bisa menjamin kita akan tetap baik, lalu esok lusa kita lengah dan
berbuat yang sama dengan orang yang pernah kita cela
coba lihat, coba rasakan, ternyata tak ada alasan
untuk saling mencela
bagaimana jika kita saling melengkapi saja?
_Self Healing_
Bima, 23 April 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar