Jumat, 11 April 2014

Phi




3 malam bersilang sengketa dengan lembaran soal TPA (Test Potensi Akademik) yang saya cetak dari si Canon itu membuat saya kembali akrab dengan Matematika. Si ilmu mati-matian. Meski soal-soal yang ditawarkan adalah soal-soal yang terbilang gampang bagi sebagian orang, namun bagi saya cukup menguras energi.  Dulu, semasa di sekolahan, saya bukan termasuk golongan murid yang pandai Matematika, tak heran di rapor nilai Matematika saya pas-pasan. Saya cuma mengerti hitung-hitungan sederhana, sedangkan menafsirkan sebuah cerita ke dalam bentuk persamaan Matematika saya bisa ngos-ngosan.
Tersebutlah satu soal Aritmetika, begini tulisannya (perhatikan jawaban soal nomor 18) :


             
Yang ada dalam memori saya, lambang tepat di depan kurung itu adalah Phi dengan ketetapan nilai 3,14 atau 22/7. Maka jika diselesaikan soal itu akan begini :

                                                        3,14x5041=15,828

Pilihan jawaban yang disediakan dari A-E berturut-turut adalah 61, 71, 81, 91, dan 51. Sayang sekali jawaban dari hitungan saya tak muncul pada pilihan yang tersedia. Saya memutar otak, mencoba berspekulasi dan mengkambinghitamkan soal. Jangan-jangan soalnya salah.

Berhari-hari saya mengulang soal tersebut setiap malam menjelang tidur. Rasa penasaran kini berubah menjadi rasa kesal yang memuncak. Padahal telah jelas, rumus umum dalam mengerjakan soal-soal TPA adalah “jika tidak bisa, tinggalkan!”.

Akhirnya, saya menyerah. Saya mengirim pesan pendek pada seseorang nun di seberang lautan. Saya menceritakan perihal soalnya. Awalnya guru saya ini seperti lambat merespon. Mungkin karena kesibukan beliau. 

Waktu berdenting, dimulailah obrolan tentang pembahasan soal. ya, walaupun mata saya rada sepat, saya berusaha untuk membaca dengan penuh semangat balasan pesan yang saya kirim beberapa jam yang lalu. Berikut pesan beliau :

Baca baik-baik soalnya.

Iya, udah kak.

Diliatin kemudian ambil balpoin dan buku

Iya, udah.

Soalnya dipelototin, benar gak nih? Bentuk soalnya seperti itu?

Iya, soalnya malah dipegang nih.

Di depan itu bukan tanda phi, melainkan akar.

(Glek! Muka kusut, kening berkerut) (pelan-pelan saya cair, mata melotot memperhatikan lambang phi yang sedang catwalk di depan tanda kurung. Saya tertawa terpingkal-pingkal. Hei, bagaimana mungkin tanda phi yang berlenggang manis itu seketika berubah menjadi akar?!)

Nah, seandainya tertulis tanda phi, bolehlah, soal itu berarti salah tulis, tapi tugas kamu adalah menyesuaikan. Kira-kira hasil soal itu masuk akal gak? Dengan soal tersebut, kesimpulannya soal-soal psikotes membantu kita cepat berpikir.

Secepat Yamaha saya menghitung. Oh..oh…ternyata akar dari 5041 itu adalah 71. Saya melirik kunci jawaban, benar, jawabannya 71. Dalam hati saya cekikikan.

Kalau phi itu kadang di keterangan soalnya langsung ditulis 3,14

Hahaha, iya kak, dapat hasilnya nih.

Adek, kalau liat tanda phi sebenarnya masih ngambang. Atau sekalipun kamu yakin itu adalah tanda phi yang bernilai 3,14 atau soalnya tidak kau temukan jawabannya, maka tugasmu oret-oret jawabannya. Kan itu ada pilihan..sampai 5. Apa tadi 51, 61, 71, 81, 91. Tugas adek semua jawabannya adek tambahin, kaliin, bagiin. Dan itu cepat mendapatkan jawaban. Adek disuruh lebih agresif dalam berpikir alias menghitung

(membaca dengan khusyuk)

Matematika dasar itu mudah sekali jika kita ikut mengotak atiknya
Jawabannya, jadi gak harus monoton liat soal.

(Seketika saya tergelak. Hihihi, kemana aja kamu Em!)
Berkat penjelasan itu, saya mampu menyelesaikan soal yang serupa pada nomor soal yang berbeda. Ah, senangnya luar biasa!

Hikmah dari obrolan Matematika itu, saya jadi berkesimpulan, jika tes potensi akademik adalah salah satu tes yang sering digunakan untuk mengukur tingkat intelengensi seseorang, maka bolehlah saya mengatakan bahwa intelegensi itu bisa di up-grade dengan sering berlatih dan membaca. Tingkat intelegensi sama sekali tidak berbanding lurus dengan kesuksesan seseorang. Nah, udah dapat pencerahan belum nih? iya…kamu yang lagi baca tulisan ini. Semoga bermanfaat yah^^

Februari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar