“Kak Em….” (teriakan
kecil dari sebuah suara lembut)
“yuuuuhuuuu”…(jawabanku
selalu sama setiap harinya)
Apakah masih tentang
salju yang beku di ujung-ujung mahkota sakura?
Atau tentang guru
hidupmu yang hangat seperti mentari yang kau jumpai di pukul 07.00 pagi?
Atau tentang pemulung
yang selalu kau hibur pada malam-malamnya yang sepi?
Kau sudah pulang dek??
Makanan apa yang kau
bawakan untukku hari ini?
Apakah masih seperti
hari kemarin?
Sop-sopan dengan jamur
kuping juga bihun
Lauknya ayam yang
dimasak dengan kelapa parut???
Kau sudah pulang dek???
Kue apa yang kau bawa
hari ini di dalam tasmu?
Apakah masih seperti
kemarin juga?
Jangan khawatir dek,
Aku, manusia tipikal omnivora…
Aku pemakan segala….
Aku bisa melahap habis
apa pun yang kau bawa di tentenganmu
Dek, kau sudah
pulang????
Buku apa yang kau bawa
hari ini?
Apakah buah tangan
seorang Pram?
Atau Sapardi?
Atau?
Hanya kumpulan sari
pati dari senyawa salju dan beku yang tak pernah kau tahu dengan jelas?
Dek….suaramu rupanya
masih menemaniku,
Dia bersembunyi tepat
dibalik pembatas kamar dari tripleks berdebu..
Tersembunyi, malu-malu…
Saat aku tertidur,
sesekali ia menyapaku lembut
“kak Em….tidur?”
Kau benar rupanya dek…
Suatu hari, kelak aku
akan merindukan suaramu,
Atau cubitan kecilmu,
Atau qasidahmu yang
bertalu-talu,
Atau shalawatmu yang syahdu,
Atau…
Ah…dek….
Aku merindukanmu
sekarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar