Hari pertama engkau
bertandang dalam subuah kotak kecil bernama handphone…
Aku terpingkal-pingkal
membaca pesanmu yang gila,
Besok-besok, kau masih
enggan memberitahuku siapa dirimu.
Kau suruh aku menebak semua
nama-nama temanku.
Hei….otakku tidak cukup
mampu mengingat semua nama-nama yang
mengaku menjadi sahabat…
Itu pekerjaan yang
membuatku bergidik
Suatu hari kau katakan,
bahwa aku tak mengenalmu.
Aku terheran-heran…
Aku kembali memutar
memori ingatan pada suatu waktu, untuk
mengingat…
Barangkali namamu
terselip pada ratusan nama yang terekam dalam labirin ingatanku
Tak ada…
Tak kutemukan….
Nama itu seyogyanya
adalah nama paling absurd yang pernah
aku dengar…
Dari segi morfologi…barangkali
namamu adalah salah satu nama yang menderita kelainan genetika yang terlahir
saat ibumu bersusah payah…
Anomali namamu membuat
aku tak mampu mengingat betul….
Siapa engkau, angin???
Siapa???
Berhari-hari aku
mencoba mencari dari lembaran-lembaran ensiklopedia persahabatan…
Mungkin saja otakku
memang telah mulai aus lantaran jarang dipakai untuk fasilitas yang satu ini “mencari
satu nama sahabat”
Tiap lembaran
ensiklopedia itu masih saja kosong,
Aku semakin cemas.
Jangan-jangan kau ini
adalah seorang bule domestik, angin…
Kau hanya ingin
bertandang berlama-lama menikmati keindahan rumahku yang mungil…
Ah….aku kehabisan ide
Aku terjebak dalam
labirin ensiklopedi…
Rangkaian huruf dari
sebait kecil namamu tak kutemukan
Nihil…
Dimana lagi kiranya aku
bisa mendapatkan fasilitas “search”
untuk menemukan perihal namamu?
***
Kau dan aku makhluk
yang sangat jelek…
Jika aku memanggilmu
dengan jelek kuadrat…
Maka engkau memanggilku
dengan jelek kelipatan..
Hei…aku baru sadar…
Kuadrat dan kelipatan
itu adalah dua istilah yan hanya aku temukan pada pelajaran matematika
Dan benar saja…
Rupanya kau ahli
matematika…
Kau mampu membuat
hitung-hitungan perihal angka-angka…
Aku kagum….
Boleh jadi sebaenarnya
kau ingin memberiku sebuah pesan paling rahasia dari setiap rangkaian namamu ,
A-N-G-I-N….
A, abjad pertama….
Mungkin, engkau adalah
orang pertama yang membuatku mampu menghasilkan ratusan tulisan tangan…
N, sekuat apa pun aku
mencari tahu, aku selalu tersandung, perihal nama yang menderita anomali
G-I, engkau sangat gila…
Kata-katamu gila,
Leluconmu gila,
Tebak-tebakanmu gila,
Sulap-sulapanmu gila…
Semua yang kau lakukan
untukku,mengandung sebuah kesan :
“kegilaan”
Sebenarnya tidak ada
yang salah dengan sebuah kegilaan
Kegilaan berarti keluar
dari kebiasaan orang-orang kebanyakan…
Dan kau melakukannya
untukku
Kegilaan juga berarti
tawamu yang selalu tak pernah kedengaran oleh rumah siput dalam telingaku…
***
Kita sama-sama menyukai
dunia literasi..
Saat engkau sering
tidur lebih dulu daripada tikus-tikus kamarku
Juga bangun lebih awal
dari hewan nokturnal itu, aku mulai menyadari…
Engkau memiliki sesuatu
yang membuatku bersyukur pernah mengenalmu…
Saat semua orang
terlelap di sepenggal malam terakhir, engkau masih berkutat dengan buku-bukumu
Aku pernah menyatakan, “kau
rajin yah”….
Maka kalimatmu
menguntai menembus lorong dan berdengung dalam ruang yang aku sebut telinga
“kesuksesan, salah satu
yang menggiringnya kesana adalah belajar”
Aku hening,
Mengapa tidak dari dulu
aku mengenalmu?
Tapi mungkin Tuhan
punya cara sendiri untuk mengenalkanmu kepadaku,
Lewat tulisan tangan
yang suka kau baca…
Kau bilang kau datang
hanya sebagai pembaca,
Maka statusku tak lebih
dari seorang penulis biasa..
***
Jika ada yang bertanya
siapa angin?
Maka akan aku jawab
Angin adalah
kecerdasan,
Angin adalah
kelembutan,
Angin adalah kebaikan,
Angin adalah keramah-tamahan,
Angin adalah kedermawanan,
Angin adalah berita kegembiraan,
Angin adalah AlQuran surat Fathir ayat kesembilan
***
Sekiranya namamu tak akan
pernah aku temukan dalam lembaran-lembaran ensiklopedia,
Aku masih bisa
bersyukur atas sebait nasehatmu di ujung malam…
“Barang siapa yang
bertawakal pada Allah, bersandar hanya pada Allah, Allah akan menjaganya, dan
akan mencukupi semua kebutuhannya. Allah sebaik-baik penjaga”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar