Jumat, 19 Juli 2013

Dia Datang Lagi Dek...



Kamu selalu mengabarkan kebenaran : “mereka menderita penyakit akut kak”
Aku terhenyak.
Hei…penyakit apa gerangan yang menggerogoti tubuh mungil itu?
Apakah virus juga bakteri sudah meminta izin perihal kedatangan mereka menggempur bala tentara di tubuhnya?
Seharusnya aku tahu, virus atau pun bakteri, bahkan ketika berubah menjadi makhluk paling menakutkan mereka tidak pernah berucap permisi.
Kau melanjutkan “penyakit akut itu susah disembuhkan kak”.
Aku kian takut.
Ah, kau mungkin sedang salah kata dek, tidak mungkin mereka separah itu.
Kau menguntaikan kalimat lagi “penyakit akut itu, sebuah penyakit di luar kendali mereka”
Iya, tapi apa?
Aku mulai mendesak.
“memori mereka akan merakam kuat orang-orang yang pernah berbuat baik pada mereka”
“Dek, itu bukan penyakit”. Bantahku.
Aku pun masih mengingat siapa-siapa yang pernah membuat aku tersenyum sangat manis.
Semenit kau diam.
“Mereka akan mengingatmu kak Em…”
***
Rian datang lagi dek, dia bahkan mengajak beberapa orang temannya.
Menyenangkan sekali melihat lambaian tangan mereka.
Mereka mengetuk kamarku dek, saat aku menikmati santapan berbuka. Aku segera membukakan pintu.
Sapaannya sangat  cempreng “kak Emy…”.
Kubuka pintu kayu lapuk bercat biru, sederetan anak-anak berdiri sambil memamer senyum padaku. "Siapa"?
"Ini Rian…."
"Rian"?
Aku kebingungan.
Aku lupa andis.
Ah, aku ini sangat pelupa.
Padahal baru kemarin bersapa di rintik hujan yang romantis.
Dek….dia datang lagi.
Benar katamu, memori mereka merekam dengan sangat kuat orang-orang baik dalam hidup mereka.
Adek, apa aku ini cukup baik?
Jika demikian, aku ingin bertanya…
“apakah mengorbankan diri sendiri demi membuat orang lain senang itu masuk dalam “asas kebermanfaatan”?
Jika demikian, apa lagi yang aku punya dek?
Akan aku serahkan sebelum aku mati.
  _Emy Gufarni_

1 komentar:

  1. kata seorang teman, kita tidak boleh mendzalimi diri sendiri untuk membahagiakan orang lain. Begitu kak Em, katanya.

    Aku juga bingung Kak. Tapi kalau menurutku, barangkali, jika melakukan itu membuatmu bahagia dan orang pun merasakan bahagia yang sama, lakukanlah Kak.

    BalasHapus