Senin, 27 Januari 2014

Dermaga Batu


 
Sirimau pelan merapat dermaga batu
Sirinenya berteriak memekakkan telinga
Diam-diam ngilu  mengalir deras
Mendesir  umpama darah

Saat kakiku baru saja mengecup tanah kering Mbojo
Kuhirup lagi bekas-bekas kenangan
Melekat di batu-batu dermaga
Persis seperti ini; aku menatap kosong puluhan manusia yang berdesakan
Kudapati diriku hanya seorang diri
Mengusung mimpi yang baru saja diputar dari memori

Bima, 13 Januari 2014

Perasaan aneh yang membekap mulut, mengunci ngilu dalam dada. Aneh, sangat aneh. Aku tidak memiliki alasan perihal ngilu yang tetiba saja muncul. Padahal bapak kepala empat di sampingku ini sepertinya jauh lebih berhak untuk ngilu. Dia menginjakkan kakinya di tanah  Mbojo setelah menempuh perjalanan lama dari negeri Jiran Malaysia, hendak mengecup kening istrinya yang tertanam dalam tanah merah basah. Beberapa hari yang lalu, istrinya menutup mata tanpa ia di sisinya. Masih dengan sesegukan dan awan yang menggelantung di bola matanya, ia berucap pamit padaku.
Sabarlah, dunia memang seperti ini, bukan?
Kemarin tertawa, hari ini lara, entah esok apa lagi…

Minggu, 26 Januari 2014

....





 Sekiranya bukan karena RahmanNya, mungkin tak akan ada lagi yang sudi berteman denganku lantaran aib-aib yang busuknya busuk sekali.
Dengan kasihNya, Allah menutupi aib-aib itu dari pandangan juga pendengaran manusia.

Makassar, Penghujung waktu



Sabtu, 25 Januari 2014

Delapan Macam Kecerdasan (Intelegensia)





                                                 *(Menurut Prof. Howard Gardner)


1.       Intelegensia Linguistik
Intelegensia linguistik atau bahasa termasuk kemampuan berpikir utama bersama intelegensia logis metematis.
Cirri-ciri kelompok ini:
-          Menyukai puisi dan cerita-cerita, senang membaca dan menulis
-          Mudah mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, baik lisan maupun tulisan
-          Menyukai permainan kata-kata, misalnya TTS
-          Menyukai pelajaran bahasa, sejarah dan bidang social

2.       Intelegensia metematis
Intelegensia logis matematis adalah kemampuan berpikir logis analitis yang selama ini dikaitkan dengan tingkat kecerdasan intelektual (IQ) seseorang.
Ciri-ciri kelompok ini:
-          Menyukai hal-hal yang berhubungan dengan angka dan hitungan
-          Menyukai eksperimen dan pengembangan ilmu pengetahuan terbaru
-          Menyukai pelajaran Matematika dan IPA
-          Senang menganalisa yang dikaitkan dengan logika

3.       Intelegensia Visual Spatial
Intelegensia visual spatial selama ini lebih dikaitkan dengan orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang melukis, tetapi kemampuan otak ini ternyata terdeteksi pada bidang rancang bangun (arsitektural) yang melibatkan analisa yang logis.
Ciri-ciri kelompok ini:
-          Menyukai bidang seni rupa (lukisan, patung, dsb)
-          Dapat mengembangkan gambaran suatu  ruang dari beberapa sudut yang berbeda
-          Menyukai bacaan yang penuh oleh gambar-gambar berwarna
-          Senang merekam peristiwa atau kejadian dengan kamera video

4.       Intelegensia Kinestetik
Intelegensia kinestetik walaupun termasuk dalam refleks tubuh, tetapi ternyata juga dikendalikan oleh otak.
Ciri-ciri kelompok ini:
-          Menyukai aktivitas olah raga
-          Menyukai gerak tubuh
-          Memikirkan suatu masalah dengan melakukan  banyak gerakan
-          Menyukai pelajaran olah raga dan keterampilan
-          Lebih mudah mengingat sesuatu dengan melakukan gerakan daripada melihat atau mendengar

5.       Intelegensia Musikal
Intelegensia musikal selama ini dianggap sebagai ungkapan emosi belaka, karena itu dianggap tidak ada kaitannya dengan otak. Tetapi ternyata musik adalah kerja dari otak kanan yang membuat kerja otak menjadi lebih efektif.
Saat jam-jam sebelum tidur, dengarkan suara-suara dengan alunan yang merdu dan lembut, saya sendiri terkadang memutar Murotal. Alunan suara yang lembut akan merilekskan otak dan membuat Anda nyaman memulai tidur.
Ciri-ciri keompok ini:
-          Dapat senang memainkan alat musik
-          Senang menyanyikan lagu atau mendengarkan musik di mana saja
-          Peka terhadap nada dan irama
-          Dapat membedakan bunyi berbagai alat musik
-          Menyukai pelajar seni suara
-          Suka bersenandung ataupun mengetukkan jari sesuai irama musik

6.       Intelegenensia Naturalis
Intelegensia naturalis dikaitkan dengan kemampuan mengenal alam lingkungan sebagai sesuatu sistem yang saling berhubungan.
Ciri-ciri kelompok ini:
-          Senang memelihara binatang atau merawat tanaman
-          Mempunyai minat besar terhadap pengetahuan tentang kehidupan flora dan fauna
-          Menyukai kegiatan yang berhubungan dengan alam, seperti berkebun dan memancing
-          Menyukai pelajaran Biologi
-          Mempunyai perhatian besar terhadap masalah lingkungan hidup, konservasi alam dan sebagainya

7.       Intelegensia Interpersonal
Intelegensia interpersonal adalah suatu kemampuan sosialisasi yang berkembang sejak masa kanak-kanak, yang kemudian tergantung pada perkembangan selanjutnya.
Cirri-ciri kelompok ini;
-          Menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain atau dalam kelompok
-          Menyenangi permainan yang melibatkan banyak peserta
-          Pandai berkomunikasi bahkan memanipulasi
-          Jika mempunyai masalah, mereka senang membicarakannya dengan orang lain
-          Sebagai tempat minta pendapat, karena mereka umumnya mudah bersimpati

8.       Intelengensia Intrapersonal
Intelegensia intrapersonal jua suatu kemampuan berpikir, tetapi lebih cenderung dalam memahami dirinya sendiri.
Ciri-ciri kelompok ini:
-          Memiliki buku catatn harian untuk mengungkapan perasaannnya
-          Menyisihkan waktu untuk memikirkan hal-hal penting dalam hidup
-          Menentukan dan memutuskan sendiri langkah yang akan dipilih
-          Menyadari akan kemampuan dan kekurangnnya sendiri
-          Lebih senang menikmati rekreasi sendirian, misalnya: memancing atau menyepi ke pegunungan
Sungguh, tak ada seorang pun di dunia ii yang tidak cerdas, hanya saja masing-masing kita memiliki tipe kecerdasan yang berbeda. Apa yang selalu digemakan di sekolah bahwa anak-anak yang cerdas hanya mereka yang mampu di bidang Matematika dan IPA tidak benar, kenyataannya, masing-masing anak membawa kecerdasan yang berbeda. Save Child!

Kemarau Saat Hujan





Doa-doa ini basah sekali, Mikail
Aku tahu itu
Kau mendengarnya?
Doa-doa ini pendek, tapi lebat

Lihatkah kau padi-padi yang hijau ini?
Sampaikan padi-padi ini hingga masa panen tiba
Aku ingin kau menurunkan hujan di sini,
Pada berpetak-petak sawah dan hatiku yang kemarau

Mikail,
Turunkan hujanmu
Tetiba saja aku persis seperti petani
Aku merindukan hujanmu

Bima, 15 Januari 2014
Tepat di salah satu pematang sawah, dan mendongak ke langit tanpa gurat mendung