Sabtu, 26 April 2014

Suatu Saat Bulan Pasti Akan Penuh

* Kepada bulan yang masanya pasti akan sampai






Suatu saat bulan pasti akan penuh, meluruhi tanggal pada kalender-kalender tua
Lalu kita saat itu akan saling melupa,
Percayalah
Akan tiba waktunya untuk bisa saling melupakan
Hati manusia benar-benar ajaib
Ia bisa menerima segala cinta
Atau bahkan melupakan segala rasa
Hanya soal waktu saja
Ada yang tak sepakat bahwa waktu adalah pembunuh paling baik?
Ya, tentu saja waktu tak bekerja sendirian untuk membunuh orang-orang yang pernah singgah
Waktu dibantu oleh sahabatnya yang bernama kesempatan
Kesempatan mengendarai waktu,
Anggap kesempatan adalah supir dan waktu adalah mobil
Saat kesempatan kosong, ia akan mencari orang-orang untuk mengisi waktu sepinya
Tapi saat kesempatan telah memenuh sesakkan waktunya, jangankan mengangkut, berhenti sejenak untuk sekedar mengklakson orang-orang yang berdiri di pinggir jalan saja sering kali terlupakan.
Maka jangan heran jika ada dua orang yang pernah dekat, lalu mereka saling melupakan
Barangkali kesibukan telah menyulap perasaan mereka menjadi sedingin ice cream

BIma, 24 April 2014
 

Rabu, 23 April 2014

Hei!





Hei, bersyukurlah saat mata menangis
Karena di luar sana ada mereka yang harus menetesi mata mereka dengan air buatan untuk bisa menangis

Hei, bersyukurlah disaat-saat genting tiba-tiba saja ingin ke toilet
Karena di luar sana ada mereka yang tak mampu melakukannya secara alamiah

Hei, bersyukurlah saat wajah dihiasi jerawat kecil-kecil
Karena di luar sana ada mereka yang tak kalah hancur mukanya

Hei, bersyukurlah karena hidungmu pesek
Karena di luar sana ada mereka yang hidungnya bengkok akibat silikon

Hei, bersyukurlah saat engkau sakit namun tetap memilih bertahan untuk sembuh
Karena di luar sana ada mereka yang badannya baik-baik saja, tapi jiwanya sakit

Hei, bersyukurlah saat jiwamu masih bisa sakit
Karena di luar sana ada mereka yang sudah tak bisa apa-apa lagi di bawah liang lahat

Coba lihat, coba perhatikan, coba dengar, coba rasakan,
ternyata tak ada satupun yang tak boleh disyukuri

Bukankah rasa syukur itu justru datang setelah membandingkan keadaan kita dengan mereka yang keadaannya jauh di bawah kita, kurang dari kita. 
 sekali-kali jatuhkan pandangan ke bawah untuk menengok keadaan orang lain

Berhentilah mencela orang lain, apa dan bagaimanapun keadaannya.

Berhentilah mencela komposisi wajah orang lain
Coba berdirilah di depan cermin, lalu lihatlah bayangan yang terpantul darinya. Bertanyalah sehebat apa kamu hingga berani mencela orang lain?

Berhentilah mencela kejelekan orang lain, karena tak ada yang bisa menjamin kita akan tetap baik, lalu esok lusa kita lengah dan berbuat yang sama dengan orang yang pernah kita cela

coba lihat, coba rasakan, ternyata tak ada alasan untuk saling mencela 

bagaimana jika kita saling melengkapi saja?

_Self Healing_

Bima, 23 April 2014



Sabtu, 19 April 2014

1 Best Choiche (?)




Psikotes tampaknya sedang naik daun. Setidaknya di pohon yang sedang saya tanam dalam diri saya. Bulan Maret kemarin saya memperoleh sebuh buku berjudul “1 Best Choice Psikotes” dari kakak pertama saya setelah saya menitip beberapa lembar uang berwarna biru yang saya tabung. Tentu saja buku ini sangat membuat saya bergairah untuk membacanya. Penjelasan berikutnya dari judul tersebut menambah grade passionate saya  untuk segera melahap buku tersebut. 

 Buku tulisan Hardisoenanto, penulis best seller modul psikotes terlengkap dan membedah psikotes gambar, merupakan buku kedua yang saya peroleh dari orang yang sama. Isinya kurang lebih tentang soal-soal psikotes. Tentu saja 1 best choice ini jauh lebih unggul dari buku pertama saya yang hanya membedah soal. Selain bedah soal-soal psokotes, buku ini dilengkapi dengan 230 rahasia psikotes yang wajib kita ketahui. Luar biasa!

Sehari setelah memperoleh 1 best choice, saya langsung melahap habis tes kemampuan verbal. Tes ini paling saya gemari karena tes ini adalah salah satu tes untuk mengukur kemampuan verbal saya. Berturut-turut jenis soal yang ditampilkan adalah soal persamaan kata atau Sinonim, soal lawan kata atau Antonim, dan soal padanan kata atau Analogi. Ketiga jenis soal ini mengukur wawasan saya akan bahasa. Sebagian besar kata-kata yang ditampilkan adalah kata-kata serapan, walaupun begitu saya harus tetap belajar untuk bisa memahaminya. Soal-soal jenis lain saya tinggalkan. Alasannya, saya masih butuh banyak membaca. Tentu saja alasan ini irrasional, mengingat psikotes ini adalah tes kejiwaan. Bukankah sembari mengerjakan soal, saya juga bisa belajar dari soal tersebut? Ini adalah alasan yang muncul karena saya sedang malas. Kurang termotivasi untuk belajar.

Lepas mengerjakan soal-soal kemampuan verbal, saya beralih ke buku pertama saya.  Buku yang membahas soal-soal Tes CPNS yang juga memuat psikotes. Seseorang meluangkan waktu sepersekian harinya hanya untuk memberi saya motivasi untuk belajar. Yah, setidaknya atas alasan yang cukup mampu didefinisikan, saya akhirnya mengurangi beberapa jam waktu bercanda untuk belajar.

Sebulan berikutnya, saya kembali membuka buku 1 best choice. Tepatnya April ini, pagi hari setelah saya berleha-leha usai menunaikan sholat subuh. Masih dengan soal yang sama, saya kembali membuka soal-soal kemampuan verbal. Saya mengerjakannya di kertas lain. Usai mengerjakan soal, saya lalu membandingkan jawaban saya dengan kunci jawaban dari buku tersebut.

Halaman 48 soal Sinonim nomor 22. Bunyi soal tersebut adalah “Anemia”. Pilihan jawaban dari soal tersebut adalah darah rendah, kelebihan darah, kurang darah, sulit tidur, dan mati rasa. Saya memilih jawaban kurang darah sebagai sinonim dari Anemia. Saya melirik kunci jawaban tanpa melihat penjelasan jawaban tersebut. Kunci jawabannya adalah D, sulit tidur. Saya masih kurang fokus dengan kesalahan tersebut. Saya melanjutkan ke soal nomor lain.

Halaman 49, soal nomor 30, soal ini meminta sinonim dari kata konversi. Jawabanya berturut-turut adalah persamaan, pembagian, penukaran, pemberian, dan penggabungan. Saya kembali melirik kunci jawaban. Jawaban yang tertera adalah D, pemberian. Saya kembali bingung dengan jawaban saya yang memilih penukaran sebagai sinonim dari kata konversi. Saya kembali melewatkan soal tersebut dan melhat jawaban soal-soal berikutnya. 

Halaman 51, soal sinonim nomor 46. Sinonim dari kata Oktagon. Berturut-turut jawabannya adalah segi tiga, segi empat, segi lima, segi enam,segi delapan. Saya memilih segi delapan sebagai sinonim dari oktagon. Kunci jawaban yang tertera adalah D, segi enam.

Jika diperhatikan dengan saksama, kekeliruan yang terjadi pada kunci jawaban tersebut berpola sama.  Soal-soal tersebut terletak tepat pada pojok kanan bawah dari halaman buku yang diselingi oleh satu halaman soal lainnya. Barangkali kesalahan cetak, sebab tiga soal ini persis di pojok kanan bawah, yah....bukan sesuatu yang kebetulan menurut saya.

Untuk memastikan kunci jawaban tersebut, saya kembali membaca ulang kunci jawaban. Kali ini beserta penjelsannya. Dan, ternyata simbol alfabet yang menandai kunci jawaban tersebut berbeda dengan penjelasan jawabannya. Jadi simbol alfabetnya beda, tetapi merujuk ke jawaban lain.

22. Anemia =                                   30. Konversi =                                              46. Oktagon =
A. Darah rendah                             A. Persamaan                                               A. Segi tiga
B. kelebihan darah                         B.  Pembagian                                              B. Segi empat
C. Kurang darah                             C. Penukaran                                                C. Segi lima
D. Sulit tidur                                     D. Pemberian                                                D. Segi enam
E. Mati rasa                                     E. Penggabungan                                         E. Segi delapan

Kunci jawaban pada buku :
22. D (kurang darah)
30. D (penukaran)
46. D (segi delapan)

Awalnya saya sempat gregetan, sebab saya menggantungkan kunci jawaban sepenuhnya hanya pada buku. Tapi setelah dipikir-pikir mungkin harusnya tak selalu mempercayai jawaban yang tertera pada buku. Ini akan memberikan kesempatan kepada saya untuk mencari sumber jawaban lain. Semoga hal ini tidak menghabiskan waktu juga kesempatan saya untuk belajar. Positive Thinking saja.

Bima, 19 April 2014