Psikotes
tampaknya sedang naik daun. Setidaknya di pohon yang sedang saya tanam dalam
diri saya. Bulan Maret kemarin saya memperoleh sebuh buku berjudul “1 Best Choice Psikotes” dari kakak pertama
saya setelah saya menitip beberapa lembar uang berwarna biru yang saya tabung.
Tentu saja buku ini sangat membuat saya bergairah untuk membacanya. Penjelasan
berikutnya dari judul tersebut menambah grade
passionate saya untuk segera melahap
buku tersebut.
Buku tulisan Hardisoenanto, penulis best seller modul psikotes terlengkap
dan membedah psikotes gambar, merupakan buku kedua yang saya peroleh dari orang
yang sama. Isinya kurang lebih tentang soal-soal psikotes. Tentu saja 1 best choice ini jauh lebih unggul dari
buku pertama saya yang hanya membedah soal. Selain bedah soal-soal psokotes,
buku ini dilengkapi dengan 230 rahasia psikotes yang wajib kita ketahui. Luar
biasa!
Sehari
setelah memperoleh 1 best choice,
saya langsung melahap habis tes kemampuan verbal. Tes ini paling saya gemari
karena tes ini adalah salah satu tes untuk mengukur kemampuan verbal saya.
Berturut-turut jenis soal yang ditampilkan adalah soal persamaan kata atau
Sinonim, soal lawan kata atau Antonim, dan soal padanan kata atau Analogi.
Ketiga jenis soal ini mengukur wawasan saya akan bahasa. Sebagian besar
kata-kata yang ditampilkan adalah kata-kata serapan, walaupun begitu saya harus
tetap belajar untuk bisa memahaminya. Soal-soal jenis lain saya tinggalkan.
Alasannya, saya masih butuh banyak membaca. Tentu saja alasan ini irrasional, mengingat psikotes ini
adalah tes kejiwaan. Bukankah sembari mengerjakan soal, saya juga bisa belajar
dari soal tersebut? Ini adalah alasan yang muncul karena saya sedang malas.
Kurang termotivasi untuk belajar.
Lepas
mengerjakan soal-soal kemampuan verbal, saya beralih ke buku pertama saya. Buku yang membahas soal-soal Tes CPNS yang
juga memuat psikotes. Seseorang meluangkan waktu sepersekian harinya hanya
untuk memberi saya motivasi untuk belajar. Yah, setidaknya atas alasan yang
cukup mampu didefinisikan, saya akhirnya mengurangi beberapa jam waktu bercanda
untuk belajar.
Sebulan
berikutnya, saya kembali membuka buku 1 best
choice. Tepatnya April ini, pagi hari setelah saya berleha-leha usai
menunaikan sholat subuh. Masih dengan soal yang sama, saya kembali membuka
soal-soal kemampuan verbal. Saya mengerjakannya di kertas lain. Usai
mengerjakan soal, saya lalu membandingkan jawaban saya dengan kunci jawaban
dari buku tersebut.
Halaman
48 soal Sinonim nomor 22. Bunyi soal tersebut adalah “Anemia”. Pilihan jawaban
dari soal tersebut adalah darah rendah, kelebihan darah, kurang darah, sulit
tidur, dan mati rasa. Saya memilih jawaban kurang darah sebagai sinonim dari
Anemia. Saya melirik kunci jawaban tanpa melihat penjelasan jawaban tersebut.
Kunci jawabannya adalah D, sulit tidur. Saya masih kurang fokus dengan kesalahan
tersebut. Saya melanjutkan ke soal nomor lain.
Halaman 49, soal nomor 30, soal ini meminta
sinonim dari kata konversi. Jawabanya berturut-turut adalah persamaan,
pembagian, penukaran, pemberian, dan penggabungan. Saya kembali melirik kunci
jawaban. Jawaban yang tertera adalah D, pemberian. Saya kembali bingung dengan
jawaban saya yang memilih penukaran sebagai sinonim dari kata konversi. Saya
kembali melewatkan soal tersebut dan melhat jawaban soal-soal berikutnya.
Halaman
51, soal sinonim nomor 46. Sinonim dari kata Oktagon. Berturut-turut jawabannya
adalah segi tiga, segi empat, segi lima, segi enam,segi delapan. Saya memilih
segi delapan sebagai sinonim dari oktagon. Kunci jawaban yang tertera adalah D,
segi enam.
Jika
diperhatikan dengan saksama, kekeliruan yang terjadi pada kunci jawaban
tersebut berpola sama. Soal-soal
tersebut terletak tepat pada pojok kanan bawah dari halaman buku yang diselingi
oleh satu halaman soal lainnya. Barangkali kesalahan cetak, sebab tiga soal ini
persis di pojok kanan bawah, yah....bukan sesuatu yang kebetulan menurut saya.
Untuk
memastikan kunci jawaban tersebut, saya kembali membaca ulang kunci jawaban.
Kali ini beserta penjelsannya. Dan, ternyata simbol alfabet yang menandai kunci
jawaban tersebut berbeda dengan penjelasan jawabannya. Jadi simbol alfabetnya
beda, tetapi merujuk ke jawaban lain.
22.
Anemia = 30. Konversi =
46. Oktagon =
A.
Darah rendah A.
Persamaan
A. Segi tiga
B.
kelebihan darah B.
Pembagian B. Segi empat
C.
Kurang darah C.
Penukaran C. Segi lima
D.
Sulit tidur
D. Pemberian D. Segi enam
E.
Mati rasa
E. Penggabungan E.
Segi delapan
Kunci
jawaban pada buku :
22.
D (kurang darah)
30.
D (penukaran)
46.
D (segi delapan)
Awalnya
saya sempat gregetan, sebab saya menggantungkan kunci jawaban sepenuhnya hanya pada buku.
Tapi setelah dipikir-pikir mungkin harusnya tak selalu mempercayai jawaban yang
tertera pada buku. Ini akan memberikan kesempatan kepada saya untuk mencari
sumber jawaban lain. Semoga hal ini tidak menghabiskan waktu juga kesempatan
saya untuk belajar. Positive Thinking saja.
Bima, 19 April 2014